“Kami tidak tahu dimana keberadaannya sekarang. Tentu ini menjadi protek bagi kami yang memperkerjakan orang asing dan dia menghilang di Balikpapan. Kami tidak tahu keberadaaannya. Materi laporan, dia menghilang dari Balikpapan,” kata Taufik, kepada wartawan, saat berada di Mapolres Balikpapan.
Ketidakjelasan keberadaan Milo, menjadi kerugian bagi Persiba. Tentu saja dari sisi kepelatihan, hal ini akan dilaporkan ke PSSI. “Tapi sebagai orang yang memperkerjakan orang asing, kami khawatir terjadi apa-apa, dan kami laporkan ke Polres dan imigrasi,” tandasnya.
Disinggung lebih jauh, apakah dengan laporan ini bisa diartikan pula bahwa Persiba meminta bantuan polisi, ikut membantu mencari tahu keberadaan sang pelatih? “Bisa dikatakan seperti itu,” jawab Taufik
Selain itu, apakah dengan menghilangnya Milo, dinilai yang bersangkutan telah melanggar kontrak? “Ini hanya murni melaporkan dia hilang dari Balikpapan,” ujarnya.
Taufik juga menerangkan, manajemen juga sudah menyurat ke PSSI dan menegaskan bahwa Milo masih pelatih Balikpapan hingga akhir 10 Desember 2017, sesuai dengan kontrak. “Sehingga tidak boleh satupun klub, yang menggunakan jasanya. Karena tidak boleh terjadi dua kontrak satu orang dalam satu musim,” tegasnya.
Terpisah, Asisten Pelatih Persiba Balikpapan Hariyadi menyatakan siap memimpin Persiba. Pelatih pemilik lisensi Liga ini telah lama mengenal Persiba sejak era Pelatih Daniel Rukito tahun 2009 silam. Kesiapan dia akan ditunjukkan, saat Persiba menghadapi Persija Jakarta, pada Sabtu (12/8) besok.
“Ya saya akan selalu siap, kalau saya dipercaya manajemen untuk memimpin Persiba. Bagi saya kapan pun, saya akan selalu siap untuk Persiba. Ini seperti anugerah bagi saya,” kata Haryadi.
Dengan Persija Jakarta, Haryadi mengaku tidak banyak melakukan perubahan komposisi.
“Ya kalau sistem yang ada, maupun gaya bermain, tidak ada perubahan, tetap sama. Ya harus banyak melakukan pressing, tidak membiarkan pemain Persija. Itu yang kita latih,” demikian Haryadi. (din)