"Kebetulan saat itu saya berada di luar kota dan hanya menerima laporan teman-teman pengurus," kata Solehuddin Siregar, Senin (12/10/2020).
Bahkan ia melihat rekaman video yang menampilkan peserta aksi menjadi korban dalam kericuhan. Kemudian berlarian ke dalam masjid.
"Saya bilang, pakai saja, nggak apa-apa," sebutnya.
Tak cuma itu, Solehuddin yang pernah menjadi perwira TNI AD ini menegaskan tidak melihat adanya niatan peserta aksi untuk melakukan perusakan terhadap fasilitas masjid. Khususnya saat kericuhan berlangsung.
"Saya lihat hari Jumat. Heboh kan itu. Mereka menyelamatkan diri karena dikejar. Tidak merusak," ujarnya.
Mantan aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII) ini menjelaskan kondisi pagar yang sebenarnya agak rapuh. Telah beberapa kali diperbaiki.
"Empat orang duduk di situ, ya pasti roboh. Makanya saya sikapi biasa saja," ucapnya.
Kendati begitu, ia telah melaporkan kerusakan pagar kepada Wali Kota Balikpapan sebagai Ketua Umum Masjid Agung At Taqwa. Bakal diperbaiki dalam beberapa hari ke depan.
Penulis: Hendra
Editor : Bambang Irawan