Edi menerangkan, pengembang dari perumahan murah Pesona Bukit Batuah KM 6 yang dikunjungi Presiden Jokowi pada 13 Juli 2017 lalu melaporkan, sudah terjual sekitar 5.000 unit
Pembelian rumah murah itu, menurut Edi, sangat diminati pembeli, khususnya masyarakat yang belum memiliki rumah, dan berpenghasilan rendah. Tingginya permintaan, tidak sedikit pengembang perumahan menengah, beralih membangun rumah murah yang dicanangnkan pemerintah.
“Yang merasakan permintaan tinggi atas rumah murah itu, bukan saya saja. Tapi banyak developer yang merasakannya,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, masih terbatasnya daya beli sebagian masyarakat, untuk membeli rumah tinggal, masih dipengaruhi situasi ekonomi yang masih belum membaik.
“Mereka yang terkena PHK dan belum punya rumah pastinya lebih memilih rumah murah ini, dan mereka berpenghasilan rendah juga akan memilih MBR. Persyaratan tentu saja lebih ketat, karena memang sasarannya bagi mereka yang belum memiliki rumah,” sebutnya.
Edi juga menerangkan, minimnya peminat pembelian rumah menengah ke atas, membuat sebagian pengembang beralih membangun rumah murah. Sedikitnya 15 pengembang dari anggota REI Balikpapan, beralih membangun rumah murah, mengikuti pasar sejak 2016 lalu.
“Sejak tahun 2016 sudah banyak pengembang yang bangun rumah MBR.Akhir tahun 2017 akan sangat terlihat jumlah rumah MBR yang telah terbangun,” demikian Edi. (din)