“Jadi, kami sebagai salah satu sekolah rujukan di Indonesia, untuk menjadi contoh bagi sekolah lainnya, diminta untuk menerapkan sistem 5 hari ini, dan berlaku untuk semua kelas,” kata Imam kemarin.
“Jadi, hari belajar di sekolah hanya Senin sampai Jumat, dan Sabtu libur. Masuk dari jam 7.15 pagi sampai jam 3.45 sore. Penerapan ini, kami berlakukan semester ini,” ujarnya.
Namun demikian, pemberlakuan sistem tersebut masih dalam tahap percobaan. “Itu kan tujuannya, agar para peserta didik libur pada hari Sabtu dan Minggu. Sehingga, diharapkan mereka dapat mempunyai waktu lebih banyak di rumah,” sebutnya.
“Nantinya, penguatan karakter bisa terjadi di dalam keluarga. Ini masih percobaan. Nanti, setelah 6 bulan atau 1 semester, nanti akan kita evaluasi. Karena, ini kan baru percobaan,” tegasnya.
Menurut informasi, ada 2 sekolah lain yang menerapkan pola belajar yang sama, meski juga masih dalam ujicoba.
Sejauh ini, menurut Imam, SMANSA belum menemukan kendala serius dalam ujicoba sistem yang mirip dengan full day school itu. Hanya saja, masih diperlukan waktu untuk penyesuaian dengan pola belajar baru seperti itu.
“Biasanya kan para siswa, kalau lewat jam 2 kan sudah mulai ngantuk ataupun kelelahan. Tapi itu hanya perlu penyesuaian saja. Tentu juga di sini, diperlukan kreativitas guru pengajar, membuat suasana saat mengajar tidak membosankan,” demikian Imam. (din)