General Manager Angkasa Pura I Bandara SAMS Balikpapan Pujiono menerangkan, ada 22 item perbaikan pelayanan yang dijalankan di 2016-2017 untuk mendapatkan predikat itu. Kendati demikian, dia enggan menyebutkan nilai investasi yang ditanamkan Angkasa Pura, untuk menjalankan perbaikan.
“Inovasi atau perbaikan pelayanan yang kami lakukan, diantaranya menyediakan Airport Cinema, internet corner, reading corner, baby cares, playground, photoboth dan 3 dimensi dan lain-lain,” kata Pujiono, dalam keterangannya kepada wartawan, kemarin.
Penyediaan sejumlah fasilitas itu, lanjut Pujiono, menargetkan agar pengunjung maupun pengguna Bandara, mendapatkan pelayanan berkelas bintang. “Perbaikan pelayanan ini dilakukan secara berkesinambungan. Sehingga mendapat keunggulan kompetitif agar dapat mengoptimalkan kinerja pendapatan non-aeronautika,” ujarnya.
Meski mendapatkan penilaian itu, namun pelayanan di Bandara SAMS bukan tanpa celah. Diantaranya yang juga mesti dibehani soal keramahan petugas hingga komplain perihal konektivitas hot spot WiFi. “Karena pengguna banyak sekali. Kapasitas kita 100 Mbps. Wifi kita kadang kuat, kadang lemah,” terangnya.
“Ini merupakan langkah awal kami untuk terus melakukan peningkatan pelayanan, ujarnya didampingi Kepala Humas AP I Sepinggan Balikpapan, Rio.
ASQ sendiri merupakan salah satu program global secara internasional untuk penumpang di Bandara. Survei ini dilakukan setiap tahun dengan melibatkan sedikitnya 600.000 individu dalam 41 bahasa di 85 negara.
Survei yang dilakukan ASQ mengukur pandangan penumpang dari 34 indikator kinerja utama, termasuk akses bandara, cek ini, kebersihan, pelayanan, pemeriksaan keamanan, toilet, toko dan restoran.
Sedangkan ACI merupakan asosiasi bandara dunia untuk membina kerjasama antar bandara anggota dan mitra penerbangan dunia. (din)