“Tahun ini satu kali kita gelar JMF, sama dengan tahun 2016 lalu. Undangan keikutsertaan perusahaan, sudah kita sebar dan ada 10 perusahaan yang sudah menyatakan kesediaannya ikut,” kata Rosdiana.
Adapun sektor pekerjaan yang ditawarkan antara lain jasa, perhotelan, perdagangan, perkebunan, batubara, dan keuangan. “Kita target ada 80 perusahaan ambil bagian,” ujarnya.
Di sisi lain, angka pencari kerja tahun 2017 ini, mengacu pada kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker, tercatat sekitar 6.306 orang. Terdiri dari lulusan SMP sebanyak 150 orang, SLTA 2.387 orang, Diploma 1.106 orang, dan tingkat S1 12.596 orang, serta S2 31 orang.
“Pada 2016 lalu, JMF menyerap 640 pencaker (pencari kerja) yakni lulusan SMA berjumlah 506, Diploma 65 orang dan Sarjana 69 orang,” sebutnya.
Dia menambahkan setiap pencari kerja di kota Balikpapan yang memiliki kartu kuning, menjadi persyaratan untuk ikut dalam JMF. Sehingga sebelum JMF digelar, pencaker melakukan pengurusan kartu kuning.
“Setiap pelaksanaan JMF, pencaker yang mengurus kartu kuning akan meningkat dari biasanya. Dua Minggu sebelum pelaksanaan, sehari bisa mencapai 200-300 orang. Sementara hari biasanya hanya 20 orang,” ungkap Rosdiana.
Selain itu, Disnaker juga membuka pelayanan konseling bagi Pencaker Bermutu dan Ramah (Koper Murah). Seperti diantaranya pelayanan bimbingan jabatan, motivasi kerja, hingga informasi lowongan kerja.
“Pelayanan koper murah dibuka setiap hari bagi pencaker. Konseling untuk membantu pencaker dalam persiapan kerja,” demikian Rosdiana. (din)