“Waktu itu kita semen tapi gagal, bolong lagi tanahnya. Ternyata tanah di lokasi itu terus bergerak, karena di bawahnya sudah jadi aliran air,” kata Tara, kemarin.
Karena itu pihaknya akan membuat gorong-gorong, agar tidak memperluas kerusakan jalan di sekitarnya.
Menurutnya anggaran pembuatan gorong-gorong ini telah dimasukkan ke dalam anggaran perubahan 2017 ini. Perbaikan dan pembuatan gorong-gorong ini, nantinya akan menggunakan balok box berjumlah 11 buah, dan masing-masing beton box tersebut seharga Rp300 juta.
“Kita usulkan di anggaran perubahan untuk pengerjaan itu, pakai beton box berbentuk kotak besar itu. Kalau kemaren dilihat itu yang di depan Pelni dan KP3 jumlahnya 11 box, masing-masing box itu anggarannya Rp 300 juta,” terangnya.
Dia berharap proses perbaikan dapat segera dilakukan pada tahun ini, sehingga masyarakat akan lebih nyaman dan aman menggunakan jalan itu.
Sejauh ini kerusakan di badan jalan, belum terlalu mengganggu atau menyebabkan kemacetan. Hanya saja, pengguna jalan tetap saja diminta waspada.
“Kurangi kecepaatan saat melintas. Petugas juga sudah memasang papan peringatan di jalan berlubang. (din)