Selain itu, hembusan angin kencang di lokasi, juga memicu api berkobar hebat, merembet ke petak kios lainnya. Tidak kurang dari 11 kios, mengalami kerusakan berat. Sedangkan 5 kios lain di lantai yang sama, mengalami kerusakan ringan.
Sebelas kios yang terbakar itu adalah petak kios 189, 188, 187, 186, 180, 179, 178, 177, 176, serta 175. Sementara, petak kios yang mengalami rusak ringan adalah petak kios 133, 134, 135, 136 dan 137.
Sebagian besar pemilik kios, mengakibatkan mereka tidak bisa menyelamatkan barang dagangan. Terlebih lagi, saat kejadian, pedagang sedang tidak berada di tempat.
Masyarakat di sekitar, sempat melakukan upaya pemadaman dengan peralatan seadanya, setelah tahu api sudah membakar hingga atap bangunan.
“Kita lihat ada asap tebal dari atas (atap) itu. Kami kira-kira orang bakar-bakar. Tapi lama kelamaan, api sudah memabakar atap,” kata salah seorang pedagang ayam di Pasar Sepinggan, Kasno.
Tidak kurang 8 armada pemadam diterjunkan ke lokasi. Akhirnya kobaran api, berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 Wita.
Sementara, Kepala BPBD Balikpapan Suseno menerangkan, dugaan sementara memang korsleting arus listrik di salah satu petak di lantai 2, memicu kobaran api.
“Kan tidak ada kegiatan subuh itu. Tapi penyebab pasti kebakaran, tentu masih dalam penyelidikan kepolisian. Tidak, tidak ada korban dari peristiwa ini,” kata Suseno di lokasi.
Dia menerangkan, pascalebaran Idulfitri, tercatat 2 kali kebakaran di kota Beriman. Sebelumnya, terjadi pada 28 Juni 2017, di Jalan Marsma R Iswahyudi, yang menghanguskan 11 rumah warga.
Tidak lama berselang usai kobaran api benar-benar bisa dipadamkan, kepolisian memasang garis batas polisi, untuk keperluan penyelidikan.
Sementara, Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Sarifah Nur Huda memastikan, peristiwa kebakaran itu tengah dalam penyelidikan.
“Sudah kami pasang garis batas polisi. Sementara juga untuk saksi-saksi, juga kami mintai keterangan,” kata Sarifah. (yud/din)