“Tetap, untuk jalan utama seperti di Jalan Ahmad Yani, saya minta, dikembalikan seperti semula. Karena, itu jalan lalu lintas harian yang cukup tinggi. Jangan sampai ada yang celaka di lubang itu,” ujar Sri, kemarin.
Menurutnya jika sambungan ini dilakukan buka tutup galian, akan memengaruhi sambungan gas dari pipa utama ke rumah warga. “Kalau di jalan lingkungan langsung diaspal sesegera mungkin, akan ada masalah. Karena masih ada tindakan sambungan ke masing-masing kompor, dan pemeriksaan tekanan untuk mengecek kemungkinan kebocoran,” terang Sri.
“Jadi masa percobaan harus klir dulu, baru ditutup. Kalau dibuka lagi, rentan terhadap sambungan-sambungan tadi,” sebut Sri.
Diterangkan Sri, keluhan soal galian, dia terima dari masyarakat, yang ada di sekitar jalan lingkungan. “Jalan utama atau umu, sudah ditutup semua. Tinggal di jalan lingkungan,” tambahnya.
Pembangunan jaringan gas sudah selesai dan diharapkan akhir tahun, seluruh warga di kelurahan seperti Karang jati, Karang Rejo, Sember Rejo sudah dapat menikmati aliran gas kota.
“Dari 8 sektor itu, baru dua sektor yang teraliri gas (karang Jati). Pemeliharaan dalam satu tahun. Sambungan yang sudah teraliri ini, dalam artian sudah aman dari tekanan, tidak ada lagi kebocoran. Nah ini kita tutup galian seperti semula,” demikian Sri. (din)