“Kalau dia kerja di sini, kita bersyukur sekali. Ini kan pemerataan penduduk,” ujarnya.
Faisal menerangkan, pendatang yang masuk ke Balikpapan, harus memiliki tujuan yang jelas, yakni pekerjaan. Apabila tidak, nantinya dikhawatirkan menambah angka kriminalitas.
“Lahan pekerjaan itu tentu diperebutkan oleh orang-orang Balikpapan. Kalau yang diperebutkan sama, ya kita perioritaskan orang-orang Balikpapan. Karena pekerjaan sekarang inijuga lagi susah,”
“Membuka pekerjaan baru boleh saja. Asal jangan buka baru kaki lima-kaki lima. Kalau Cuma itu ya orang Balikpapan juga banyak,” tegasnya.
Dalam kunjungan kemarin, juga ditemukan kendala pasokan listrik yang masih terbatas di pelabuhan Semayang, khususnya saat mudik lebaran. “Kami akan jembatani tapi itu di Komisi III dan kita akan sampaikan ke kawan-kawan untuk tindaklanjuti. Yang namanya pelayanan publik ini harus prima, karena ini juga salah satu pintu gerbang Balikpapan,” tandasnya.
Pada kesempatan sama GM Pelindo IV Balikpapan Baharuddin mengakui saat mudik lebaran pelabuhan mengalami kendala pasokan listrik. Padahal, proses perbaikan pelabuhan sudah mencapai 85 persen. Diharapkan pada awal atau pertengahan Agustus mendatang, perbaikan bisa dirampungkan.
“Kami akan menambah daya listrik PLN. Untuk mendukung itu kita juga menggunakan genset. Dibutuhkan 400-500 KVA, dan sekarang yang masuk 300 KVA,” katanya
“Evaluasi lainya, penumpang kita 1-2 hari sudah ada sudah masuk ke pelabuhan. Di sini, biasanya jauh-jauh dari Samarinda dan pedalaman-pedalaman, mereka tidak dapat informasi keberangkatan. Itu persoalan dan harus terus disosialisasikan,” tukasnya. (din)