“Semua kecamatan. Kita tidak bisa lagi menghitung, atau bilang yang banyak di tengah atau Selatan. Itu sudah merata. Ini difteri kalau sudah 1 (positif difteri), kita anggap menyebar kesemuanya. Dan semuanya kecamatan ada,” ujar dia.
Pemerintah kota sudah menyatakan difteri sebagai kejadian luar biasa (KLB). Saat ini penderita paling, memang tercatat anak-anak, meski memang juga ditemukan kasus suspect difteri pada orang dewasa. “Tapi paling bahaya memang pada anak-anak, karena daya tahan tubuh mereka masih rentan,” tambahnya.
Balerina kembali mengungkapkan, DKK sampai sekarang, masih mengalami kekosongan stok vaksin difteri usia 5-7 tahun. Sementara vaksin usia 1-5 tahun dan 7-19 masih tersedia.
“Kita akan dapat kiriman dari pusat (Kementerian Kesehatan), sesuai kebutuhan kita. Hanya memang, tempat menyimpan tidak cukup sehingga bertahap. Kita pastikan semua akan diberikan vaksin,” ujarnya.
Pemkot dan DKK berharap, meski status masih KLB, tidak ditemukan korban meninggal dunia. “Pas positif kita langsung KLB. Kita cepat tanggap. Kita langsung lakukan imunisasi, baik belum maupun yang sudah. Ini menambah kekebalan,” jelasnya.
“Penyakit ini bahaya menyebabkan kematian saja tidak ada cacat bagi penderitanya,” demikian Balerina.
Balikpapan Youth Spirit dalam kesempatan itu di lapangan Merdeka, menggagas kegiatan panggung terbuka melawan difteri. “Jumlah pasien jumlahnya meningkat. Parahnya, banyak masyarakat yang belum tahu bahaya difteri,” kata Koordinator Kegiatan, Sultan Nur Hidayatullah. (din)