Menurut Rizal, kalau nantinya Presiden ke Balikpapan, dia akan menyampaikan kepada Presiden, soal serapan tenaga kerja di proyek perluasan kilang perusahaan pelat merah itu. Rizal menginginkan, ada keterlibatan yang lebih luas dari pekerja lokal, dan juga pengusaha lokal, dalam mega proyek itu.
“Kalau ada kesempatan dialog, saya ingin sampaikan lagi mengenai keterlibatan tenaga kerja dan pengusaha lokal di proyek itu, mendapat perhatian khusus,” ujarnya.
Proyek perluasan kilang, atau dikenal Refinery Development Masterplan Program (RDMP) itu memang menyerap ribuan tenaga kerja, setelah sebelumnya dilatih dan dikoordinir Pemprov Kaltim. Sekitar 5 ribu orang calon tenaga kerja itu juga mendapatkan pelatihan Balai Latihan Kerja (BLK).
“Pencari kerjanya tidak mungkin didiskriminasi oleh tenaga lokal. Tapi kita berharap lebih banyak terserap dari kota Balikpapan. Jangan sampai dilihat ada diskriminasi, karena seluruh warga negara Indonesia berhak bekerja dimana pun lokasinya,” sebut Rizal.
Diketahui, selain persoalan ketenagakerjaan, Pemkot juga akan menyampaikan kepada direksi Pertamina, agar ada perbaikan aset Pertamina yang selama ini juga menjadi bagian area publik Balikpapan.
“Kita akan sampaikan ke Direktur Utama Pertamina agar fasilitas umum yang dipakai masyarakat seperti lapangan Merdeka, dan gedung Banua Patra dibenahi karena sudah banyak yang harus direnovasi,” demikian Rizal. (din)