Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatakan, edaran itu, merupakan upaya awal dari Pemkot, untuk memperbaiki diri, yang dimulai dari PNS.
“Edaran ini, kita mulai dari diri kita dulu, dari lingkungan Pemkot. Artinya, keluarga kita ini kan di Pemkot, ya kita dari para PNS dulu yang menganjurkan,” kata Rahmad.
“Jalankan syariat seperti salat pada waktunya. Kita biasakan itu. Termasuk anda yang muslim, jangan cuma hanya ngejar berita, tidak tidak mengejar perintah di atas,” tambahnya.
Balikpapan sejak awal Januari 2018 lalu, mendapatkan 3 musibah beruntun yakni KLB Difteri, pembakaran kantor Kelurahan Graha Indah, dan kebakaran besar yang melanda warga Klandasan Ulu. Rahmad menilai, di balik musibah, ada hikmah yang bisa dipetik Pemkot, dan juga warga kota.
“Bahwa Tuhan masih sayang sama kita. Artinya, kita hidupkan kembali kegiatan religi. Dengan edaran Pemkot, pesan itu bukan cuma kepada yang muslim. Kita ini kan madinatul iman, setiap umat, menjalankan syariat agama dan keberyaan, dan barus diimplementasikan,” ungkapnya.
Balikpapan sejak awal Januari 2018 lalu, mendapatkan 3 musibah beruntun yakni KLB Difteri, pembakaran kantor Kelurahan Graha Indah, dan kebakaran besar yang melanda warga Klandasan Ulu.
“Memang kita sudah tidak alami kejadian besar seperti ini. Mudah-mudahan tidak terulang. Ini perlu menjadi perenungan bersama. Semoga kedepan, kota kita dijaga Allah SWT dan dijauhkan bencana. Kota kita semakin beriman, maju, sehat dan aman,” kata Wali Kota Rizal Effendi saat giat doa bersama itu. (din)