Rencananya posko penanganan bencana dan bantuan, dibuka hingga Jumat (12/1) mendatang. Bantuan yang sedemikian deras mengalir, juga diapresiasi.
“Kalau bisa, yang mau memberikan bantuan dalam bentuk dana saja. Karena penyaluran lebih mudah. Karena masing-masing orang kan beda kebutuhannya,” ujar Syaiful.
Meski demikian, banyaknya bantuan yang diberikan, menunjukkan tingginya tingkat kepedulian masyarakat Balikpapan.
Seperti halnya, baju bekas yang menumpuk di posko. Rencananya barang baju bekas itu dipindahkan ke Dinas SOsial, untuk selanjutnya diberikan kepada panti asuhan.
Sementara untuk bantuan dari Pemkot, perihal uang sewa, menurut Syaiful sedang dalam proses. “Sedang dalam proses. Untuk uang sewa pemilik rumah Rp750 ribu setahun, dan penyewa Rp500 ribu per tahun,” ujarnya.
Bicara lahan eks kebakaran, yang luasannya mencapai 1 hektare, sebagian merupakan lahan milik TNI. Menurut Syaiful, Pemkot tidak bisa melakukan penataan.
“TNI AD ya kita serahkan ke TNI AD. Kalau kita kan sebagian aja. Kalau kita nggak membangun kan lahan kita di lereng itu.
Kalau itu di tanah Pemkot, nanti kita evaluasi. Nanti kita akan bicarakan. Kalau itu tanah kita kita akan sesuaikan dengan rencana kita,” tukasnya. (din)