Pasien Suspect Difteri Masih Diisolasi di RSKD
1 menit baca1.300 kali dibaca
BALIKPAPAN - Wabah Difteri yang terjadi di 20 provinsi, menjadi fokus perhatian dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. Sebab, satu kasus difteri saja, bisa menjadi alasan daerah itu, masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Balerina menyebutkan, hingga saat ini masih merawat satu balita suspect difteri. Bahkan untuk memastikan positif atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium di Surabaya.
“Kemarin itu ada kasus, kita tunggu besok. Ada tujuh kasus tapi enam negative,” kata Balerina, kemarin.
Saat ini satu pasien masih dirawat di RSKD. Warga klandasan Ulu ini mengalami badan panas, batuk, pilek dan sempat mendatangi puskesmas Klandasan Pasar Baru.
“Pas kita periksa tahu itu posiitif, kita rujuk ke RKSD (Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo). Orang tua dan tetangga semua kita minta keterangan,” ujar Balerina.
Dua pasien terakhir yang dilakukan pemeriksaan DKK diketahui Barelina tidak melakukan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) serta polio.
“Dua ini tidak imunisasi.yang sebelunya saya belum tahu. Tapi yang dua ini mikropospik positif. Dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Satu negatif satunya masih kita lakukan pemeriksaan kultur di Surabaya. Pemeriksaan kultur itu kuman diambil, dikultur, lalu dilihat itu tipe apa strennya. Mudah-mudahan negatif ya,” harapnya. (din)










