Duit Nihil Pemkot Menyerah
1 menit baca1.355 kali dibaca

BALIKPAPAN - Pemkot memastikan, keberadaan videotronik yang memajang harga sembako di Pasar Tradisional, sudah rusak parah, sehingga tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Namun sayang, Pemkot tidak lagi menganggarkan videotron baru, lantaran harganya yang tidak murah.
Kepala Diskominfo Balikpapan Tatang Sudirdja menerangkan, kerusakan disebabkan akibat karat akibat tersiram air dan cuaca. Untuk pengganti baru, Pemkot belum bisa mengalokasikan anggaran, lantaran keterbatasan APBD.
Solusinya, Pemkot sedang menjajaki kerjasama pengadaan videotronik, bersama dengan pihak swasta berbadan usaha.
“Saya lagi cari alternatif lain. Kalau bisa kerjasama pihak ketiga lebih efisien kali ya. Daripada beli lagi. Kan uang kita nggak ada,” kata dia, kemarin.
Diskominfo, lanjut Tatang, sedang melakukan penjajakan pihak ketiga namun belum menemukan kesepakatan. “Kita hanya sediakan konten saja. Barang kan kalau beli mahal ya. Rusak itu karena karat,” ujarnya.
Dia berpendapat jika dikerjasamakan dengan badan usaha, akan lebih berjalan maksimal karena swasta memiliki program perawatan rutin.
“Jadi kita siapkan konten, siapkan tempat. Pihak ketiga ya bisa isi dengan yang lain kan? tidak hanya sembako. Sekarang ini sedang prolog dengan beberapa pihak mudah-mudahan bisa kerjasama,” ungkapnya.
Dia menyebutkan salah satu yang berminat yakni Telkom. Bahkan Telkom sudah memiliki videotron di lokasi kantor Jalan MT Haryono. “Masih kita jajaki ya. Siapa saja mau yang menguntungkan dia silakan yang mau,” jelasnya lagi.
Masih diterangkan Tatang, Pemkot tidak mengeluarkan uang untuk pembelian alat, hingga perawatan. “Ya itu kita coba maksimalkan kerjasama badan usaha,” demikian Tatang.
Diketahui, videotron sempat terpasang di Pasar Pandan Sari dan Klandasan. Isinya, soal informasi mengenai harga-harga sembako, di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan UMKM. Videotron yang dibeli seharga Rp1,5 miliar perunit mengalami kerusakan karena perawatan yang tidak berjalan baik. (din)










