“Siang ini enggak bisa eh mas, soalnya mau kedatangan tim komunikasi Presiden, Besok sore saja ya” kata Asma melalui pesan singkat, saat wartawan media ini mengatur janji temu untuk sebuah berita, Selasa (29/6/2022) kemarin.
Terpaksa, rencana bincang-bincang soal kesuksesan wanita yang juga guru SD Nurul Iman itu, tertunda satu hari. Keesokan harinya, janji temu itu akhirnya ditunaikan. Wartawan ini, mengirimkan sebuah pesan singkat untuk mengkonfirmasi kembali, soal janji temu kemarin. Asma mengiyakan, lalu mengirim kordinat lokasi Makrifah Herbal, Di Jalan RE Martadinata No. 80 RT 11 Gang Al Yakin, Lok Tuan Bontang Utara.
Sesampainya di lokasi, sambutan beraneka tanaman obat dan tanaman hias meneduhkan sore nan mendung itu. Rumah dengan pekarangan hijau dan warna lain dari bunga bermekaran, memang selalu bisa memanjakan mata.
Tapi jangan salah, 200 jenis tanaman yang berada di dua lahan kanan kiri Gang itu, tak hanya enak dipandang, namun juga punya khasiat yang kata Asma bisa menyembuhkan bermacam-macam pagar.
Asma muncul dari dalam rumah yang dipenuhi tanaman di kiri jalan Gang Al Yakin. Ia tersenyum kepada wartawan media ini, dan juga rekan jurnalis lain yang juga penasaran dengan cerita suksesnya.
Setelah menyapa para wartawan, dengan keramahannya, ia lalu mempersilahkan para tamunya itu masuk di Green House yang berada diseberang jalan hanya berjarak 5 meter dari kediamannya. Lahan itu penuh dengan jenis tanaman, yang sudah diberi penanda lengkap dengan nama ilmiahnya.
“Selain tempat untuk budidaya tanaman herbal, ini juga jadi Taman Edukasi,” katanya kepada wartawan.
Asma mulai bercerita, sebenarnya lahan dengan luasan sekitar 10X20 meter persegi itu, dulunya bukan miliknya. Tapi meminjam dari milik tetangga. Namun, setelah bisnisnya itu mulai melejit barulah tanah itu diambil alih dan menjadi salah satu tempat budidaya tanaman, yang nantinya akan diolah menjadi produk herbal.
Tapi sebelum memulai bisnis itu, ia dulunya hanya seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai guru, dan hobi bercocok Tanaman Obat Keluarga (TOGA) . Awalnya, ia melakukan itu hanya untuk kebutuhan pribadi, dan keluarganya. Resep obat pun didapatnya dari sang nenek dan digunakan untuk kebutuhan sendiri.
Namun siapa sangka, PT Pupuk Kaltim, melalui Corporate Social Reesponsbility (CSR) tertarik untuk menjadikan Asma sebagai mitra binaan mereka. Asma mengatakan, tawaran itu masuk di Tahun 2016, namun baru tahun 2017, Makrifah Herbal itu resmi menjadi mitra binaan CSR PT PKT.
“Semenjak itu PKT mendukung penuh segala kegiatan yang ada. Mulai dari bantuan fasilitas, dan juga bantuan lainnnya,” ungkapnya.
Di Tahun 2018, menggunakan bantuan CSR itu, tanaman TOGA nya itu berbuah, dan mulailah ia memproduksi minyak Gosok. Meski pernah gagal, ia terus melakukan upaya agar prosesnya membuahkan hasil yang baik.
Dengan bantuan CSR itu juga, ia mendapat kemudahan untuk mengakses lebih banyak pengetahuan tentang tanaman dan produksi tanaman herbal. Kata Asma, CSR PKT membantu sangat banyak di bagian pengembangan produksi. Hingga akhirnya upayanya itu membuahkan hasil, dan bisa memproduksi obat herbal yang layak jual dan sudah memegang sertifikasi BPOM.
Bahkan Suaminya yang awalnya bekerja di bagian kemaritiman, memilih pensiun dan fokus membantu sang istri mengembangkan usahanya. Kini, Makrifah Herbal punya berbagai macam lini usaha. Mulai dari Catering, Cafe, taman edukas, spa, dan rencana pengembangan usaha lainnya. Namun yang unggul ialah, Produk herbalnya kini sudah merambah ke 32 daerah di Indonesia, termasuk hingga irian jaya.
Selain itu,kini ia bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam lingkup bisnisnya itu, ia sudah memberdayakan 26 karyawan dengan upah yang cukup membuat keluarga mereka masing-masing bisa tersenyum di setiap awal bulan. Beragam penghargaan juga diraihnya.
Mulai dari lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga, pemanfaatan pekarangan, penghargaan dari Dinas Kesehatan, Menteri Ketenagakerjaan, dan bahkan produknya kini sudah akan masuk pasaran Kimia Farma.
Juga Lahan yang dipinjam, kini sudah menjadi miliknya. Lagi-lagi, dalam proses pembangunan Green House tempat budidaya itu, atau juga kerap dijadikan sebagai taman edukasi, tak lepas dari bantuan CSR PT PKT.
“PT PKT komitmen dan mendukung penuh mitra binaanya, termasuk promosi produk, mereka juga sangat mensuport penuh,” jelasnya.
Cerita dari Asma ini, satu dari berbagai macam sektor mitra binaan kepunyaan CSR PKT. Peran CSR PKT pun dinilai sangat membantu kesejahtraan dan peran pembangunan di Kota Bontang. Hal itu, juga di akui oleh Waki Wali Kota Bontang, Najirah.
Kata dia, PKT dinilai berkomitmen dalam proses pembangunan kesejahtraan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Bontang. Pasalnya, dari segala sektor, PKT punya alokasi bantuan. Mulai dari Pendidikan, wisata, hingga UMKM. “Kami harap sinergi ini bisa terus terjalin,” jelasnya.
Ia pun berharap ke depannya, CSR perusahaan besar tak hanya PKT, bisa tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di Bontang. Sejauh ini, pihaknya melihat banyak masyarakat yang sudah terbantu dengan keberadaaan CSR.
Hal itu tentu memudahkan pihak pemerintahan untuk pembangunan-pembangunan yang membuka ruang kolaborasi. “Pemerintah dan investor memang perlu berkolaborasi, dan menjalin kerja sama yang baik,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris menyebut bahwa keberadaan PKT banyak membantu warga. Tidak hanya bufferzone. “Bantuan yang mereka berikan menyebar di Bontang,” terangnya.
Di samping itu, sebagai perusahaan raksasa, ribuan warga Bontang bekerja di sana. Baik di PKT, maupun anak usahanya.“Untuk itu keberadaan mereka harus didukung,” tegasnya.
Tidak heran, kata Agus Haris, roda ekonomi di Bontang khususnya bagian utara, banyak bergantung kepada pemilik pabrik urea terbesar di ASEAN itu. (ADV)
Penulis : Romi Ali Darmawan
Editor: Aspian Nur