PSIS Gantikan Bali United dalam Ajang Piala Gubernur Kaltim II


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     2 bulan yang lalu     1.730 kali
img

SAMARINDA – Setelah Bali United menyatakan mundur jelang dimulainya turnamen sepakbola Piala Gubernur Kaltim (PGK) II, panitia langsung mendapatkan penggantinya. Dia adalah tim asal Jawa Tengah yang juga kontestan Liga 1 2018, PSIS Semarang.

Kesanggupan PSIS mengikuti PGK II ini hanya selang beberapa menit, usai Bali United memutuskan untuk mundur. PSIS langsung ditujuk menggantikan Illja Spasojevic dan kawan-kawan setelah menyanggupi tawaran panitia pelaksana. 

Padahal, banyak klub-klub lain yang bersedia untuk berpartisipasi. “Para peserta lain banyak yang menanyakan kesiapan. Tapi alhamdulilah PSIS Semarang dipastikan bisa ikut. Mereka menggantikan Bali United,” kata Wakil Ketua Sterring Committee (SC) PGK II, Yunus Nusi.

Dengan begitu, klub asuhan pelatih Subangkit itu bakal bergabung di grup A bersama tuan rumah Borneo FC, Mitra Kukar FC, dan Arema FC. Sedangkan peserta di Grup B tidak mengalami perubahan, yaitu Persiba Balikpapan, Madura United, Persebaya Surabaya dan Sriwijaya FC.

Dilanjutkannya, tim peserta dan perangkat pertandingan PGK II dijadwalkan akan tiba hari ini, Selasa (20/2) di Samarinda dan Balikpapan. Panitia sendiri sudah menyiapkan akomodasi dan transportasi masing-maisng tim peserta dan perangkat pertandingan, seperti wasit dan pengawas pertandingan.

“Tim mulai hari Selasa dan Rabu termasuk wasit dan pengawas pertandingan sudah datang ke Balikpapan dan Samarinda. Panitia siap menjemput di bandara,” kata Yunus yang juga menjabat Exco PSSI Pusat. 

Yunus sendiri mengaku kecewa dengan keputusan yang diambil pihak Bali United. Sebab mundurnya tim kesayangan warga Bali ini diterima panitia tepat H-6 pembukaan turnamen untuk memeriahkan HUT Provinsi Kaltim tersebut.

“Sebenarnya dari bidang pertandingan kita sudah tidak ada masalah. Tapi tiba-tiba Bali United mundur. Ya kita sayangkan, padahal sudah ada bikin surat pernyataan keikutsertaan di PGK. Tidak ada sanksi karena sebenarnya, ini soal etika saja mereka mengundurkan diri dalam waktu H-6,” ungkap Yunus Minggu (18/2) malam lalu di Lamin Etam, usai menggelar rapat koordinasi panitia. (rgn)


berita TERKAIT


baca LAINNYA