Tak Tahan Di-bully, Perantau Kabur ke Hutan


korankaltim
korankaltim
Koran Kaltim     6 bulan yang lalu     8.398 kali
img KORBAN BULLY: Syamsul saat dirawat di RSUD AM Parikesit. Pria asal NTT ini kabut ke dalam hutan dari tempatnya bekerja karena tak tahan diejek teman-temannya. Dia ditemukan oleh warga dalam kondisi lemah dan penuh luka.

TENGGARONG – Syamsul, perantau asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan dalam kondisi kritis di tengah hutan.  

Syamsul ditemukan oleh warga dengan kondisi lemah dan luka-luka di kawasan Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong,  Kutai Kartanegara. Warga yang prihatin kemudian membawanya ke RSUD AM Parikesit. 

“Syamsul ditemukan dalam kondisi sekarat, dehidrasi dan penuh luka,” kata Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Dinsos Kukar, Deded Rahayu kepada Koran Kaltim di ruang kerjanya, kemarin. Saat pertama kali ditemukan, Syamsul bahkan tak sanggup duduk dan berbicara dengan lancar. 

Kepada petugas Dinsos, Syamsul mengaku kabur dari perkebunan kelapa sawit tempatnya bekerja karena tak tahan diejek oleh pekerja lainnya. Syamsul berada di dalam hutan tanpa bekal makanan selama enam hari sebelum ditemukan oleh warga. 

“Dia tidak tahan dan memilih melarikan diri ke dalam hutan. Syamsul ini mengaku bekerja di kebun sawit milik perorangan di wilayah Loa Tebu,” ungkap Deded.

Setelah empat hari dirawat di RSUD AM Parikesit, kondisi Syamsul kini sudah membaik. Saat ini, Syamsul ditampung di Gedung Loa Bina Karya milik Dinsos Kukar di Kelurahan Bukit Biru sembari menunggu lukanya kering. Selama ditempat penampungan itu, ia dirawat oleh oleh mahasiswa Unmul yang sedang melaksanakan KKN.

“Syamsul mengakui punya saudara di Kota Surabaya yang siap menjemputinya. Tapi, kami masih telusuri nomor kontak saudaranya itu,” jelas Deded yang tak lama lagi memasuki masa pensiun. (ran)



baca LAINNYA