Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya berjarak sekitar 3 km. Masyarakat bisa datang melalui akses di depan Rutan Kelas II B Balikpapan. Di kawasan tersebut pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan elok.
Dominasi batu karang buatan yang ditumbuhi pohon mangrove jenis api-api semakin sedap ketika dipandang mata. Di sore hari sunset terlihat binar.” Untuk konsep pantai sudah berjalan setahun ini,”ungkap Ardan selaku pengelola pantai wisata edukasi damba enggang Borneo.
Dia menjelaskan konsep lebih cenderung ke etnik dan budaya serta kultur Kalimantan, konsep natural. Di sini juga terdapat terumbu karang yang berjarak hanya 300 meter dari pesisir pantai. “Pengujung juga bisa menikmati snorkling untuk kelas pemula. Kami juga menyediakan kelas diving,”katanya.
Dia menyebutkan ada banyak spesies terumbu karang seperti terumbu karang darah, terumbu karang otak, terumbu karang tulang, terumbu karang payung dan juga ada ikan clownfish atau ikan nemo.
“Dan masih banyak lain biota laut yang ada di kawasan Pantai ini, namun kita terbatas dengan situasi cuaca di mana visibiliti tergantung dari cuaca karena pantai ini langsung berhadapan dengan laut lepas selat makassar,”jelasnya.
Namun demikian kendala lingkungan yang dihadapi seperti banyaknya sampah, pencemaran puing batu bara dan lintasan jalur jalur kapal yang tidak sesuai dari alur yang ditentukan. “Upaya kami tentu meminta kepada pemerintah untuk memberi dukungan terkait kendala ini, sementara kami melakukan swadaya dengan membersihkan pantai bersama komunitas pecinta lingkungan,” tuturnya.
Dia juga menambahkan banyaknya terumbu karang yang masih “perawan” bisa dijadikan objek konservasi lingkungan. “Kami bersama komunitas pecinta lingkungan untuk bersama saling menjaga dan merawat terumbu karang. Bila perlu disini menjadi objek konservasi terumbu karang di Balikpapan,” tandasnya.
Penulis : */yudi
Editor : Bambang Irawan