Itu juga sudah umum. Nah, di Dusun Bual-bual, Desa Kerayan, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, kita bisa mendapatkan semuanya.
Suguhan pemandangan wisata pantai yang indah, hamparan pasir putih masih alami, terumbu karang dan ikan yang hidup damai di tengah habitatnya, tersaji dengan tulus dan asri.
Tapi bukan hanya itu. Pengunjung, juga akan menemukan sumber air unik yang akan terus mengalir, meski air laut sedang pasang. “Sumber air itulah, cikal-bakal nama Bual-Bual. Sumber air itu tetap mengeluarkan air walaupun air laut pasang,” kata Kepala Desa Kerayaan Ahbi S menceritakan keunikan kawasan wisata di wilayahnya, dikutip Korankaltim.com, dari laman resmi Pemprov Kaltim, Rabu (23/9/2020).
Tidak hanya unik. Sumber air Bual-bual, juga menjadi andalan masyarakat setempat untuk mendapatkan air bersih saat kemarau panjang. “Dulu waktu kami belum punya sumber air, kalau kemarau, kami ambil air di situ,” ungkap Ahbi.
Desa Kerayaan sendiri, sedianya merupakan desa dengan sebagian besar penduduk bermatapencharian petani. Dari total 600 Kepala Keluarga, 70 persen diantaranya masyarakatnya petani. Hanya 30 persen sisanya yang menekuni profesi khas wilayah pesisir, yakni nelayan dan pelaku usaha mikro.
Bual-Bual juga memiliki keindahan hutan mangrove yang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat setempat. Sejak 2019, melalui alokasi dana desa, telah dibangun jembatan kayu di sekitar hutan mangrove. “Kami akan lanjutkan pembangunan jembatan kayu ini sampai ke pantai. Kira-kira 600 meter lagi,” ungkap Ahbi. Beberapa waktu terakhir, kawasan wisata ini semakin ramai pengunjung, termasuk masyarakat dari sejumlah tetangga kampung Bual-Bual. Pihak desa berkomitmen mengelolanya hingga menjadi sumber pendapatan bagi desa yang tepat berada di tepi alur laut kepualauan Indonesia (ALKI) II itu.
Akses menuju kawasan itu, juga tergolong mudah. Pengunjung harus menggunakan tranportasi air dari Sangkulirang dengan kapal motor sekitar satu jam. Sedangkan menggunakan speed boat hanya perlu waktu tidak lebih dari 30 menit.[]
Editor : Rusdi
Sumber : Rilis Resmi Pemprov Kaltim