“Sampai nol persen tingkat kunjungan karena memang tempat wisata ditutup,” ucap I Gusti Ayu.
Untuk saat ini, Kota Samarinda sudah memasuki fase relaksasi tahap tiga atau bisa disebut adaptasi kebiasaan baru. Hal tersebut memberi angin segar bagi para pelaku bisnis tempat hiburan atau pariwisata.
Meskipun ada peningkatan secara dengan pembatasan pengunjung, tak langsung memulihkan tingkat kunjungan wisatawan seperti semula sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Iya maklum, pengunjung memang dibatasi. Jika dulu bisa ratusan sekarang hanya boleh puluhan orang saja sekali kunjungan. Maksimal 50 pengunjunglah,” ucapnya.
Ayu sapaan akrabnya, menegaskan pembukaan Tempat Hiburan Malam (THM) maupun lokasi wisata harus tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Diantaranya menyediakan tempat cuci tangan, petugas keamanan guna mengukur suhu tubuh pengunjung, wajib pakai masker dan taat menjaga jarak bagi para pengunjung yang hendak menikmati.
“Hingga saat ini belum ada keluhan dari pengelola bisnis. Meski omzet tak mengalami peningkatan signifikan, namun tetap bersyukur. Yang penting roda ekonomi berputar,” ujarnya.
Penulis: Claudius Vico
Editor: M.Huldi
Berita sudah terbit di edisi cetak Koran Kaltim, Sabtu 22 Agustus 2020, dengan judul "Pariwisata Belum Beroperasi Penuh (sub)Masih Dilakukan Sejumlah Pembatasan."