Dilansir dari laman Marca hari ini, kejutan tersebut antara lain tidak adanya Joan Mir di lintasan karena pebalap Suzuki itu menderita gastroenteritis, muntah dan diare, diduga karena keracunan makanan.
Joan Mir harus pergi ke klinik keliling dan Dr Zasa yang menanganinya membenarkannya kondisi pebalap 24 tahun itu yang memang salah mengkonsumsi makanan namun bukan karena Covid-19 meski beberapa anggota Suzuki telah dinyatakan positif dalam beberapa hari terakhir dan pemuda asal Mallorca, Spanyol itu sudah harus bekerja tanpa mereka selama berada di sirkuit internasional di Indonesia itu.
Pebalap lain yaitu Raúl Fernández juga harus terhenti karena pebalap Tech 3 Racing KTM yang merupakan rookie alias pendatang baru itu mengalami crash pada sesi tes Sabtu (12/2/2022) kemarin dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.
Raul yang sempat memukul kepala dan helmnya sendiri karena insiden itu enggan melanjutkan sesi tes pra musim karena merasa tidak enak badan dan timnya memutuskan untuk menghentikannya sebagai tindakan pencegahan untuk hal-hal yang tak diinginkan.
Pebalap lain yang jadi korban ganasnya Sirkuit Mandalika adalah Aleix Espargaró yang jatuh di tikungan 11, Jorge Martín dengan kecepatan tinggi lagi di tikungan 8, Alex Márquez tergelincir di tikungan pertama dan Marc Márquez yang juga terjatuh di tikungan kedua.
"Seperti pisau ditikam ke tubuh," ujar Jorge Martin saat terjatuh dan berguling-guling di sisi sirkuit yang dipenuhi bebatuan.
Dari hasil rapat Safety Commission kemarin diputuskan untuk menata kembali aktivitas di lintasan. Jadi 15 menit didedikasikan khusus untuk latihan awal. Ada juga perhentian wajib makan selama setengah jam yang digunakan untuk membersihkan lintasan.
Untuk catatan waktu, Pol Espargaró mampu melakukan upaya lap cepat dengan sangat baik dan mencapai 1:31.060, yaitu dua persepuluh lebih sedikit dari waktu terbaik yang dibuat oleh saudara Valentino Rossi dari tim Repsol Honda, Luca Marini kemarin.
Editor: Aspian Nur