Jadilah big match besok malam jadi partai seru mengingat kedua tim ingin merangsek ke posisi ideal mereka selama ini, urutan pertama klasemen dan itu bisa didapatkan Real Madrid kalau bisa menambah tiga angka sementara andai Barca menang mereka belum bisa berada di urutan ideal.
Tengah pekan tadi Barcelona meraih hasil meyakinkan 5-1 atas klub Hungaria Ferencvaros di Liga Champions sementara Madrid dipermalukan tamu mereka Shakthar Donetsk 2-3. Kondisi mental yang berbeda bisa jadi membuat Barcelona diunggulkan pada pertandingan di Camp Nou nanti.
Menarik menunggu bagaimana juru taktik kedua tim adu strategi di pertandingan nanti. Ronald Koeman dan Zinedine Zidane memperebutkan status sebagai legenda El Clasico sejati. Ya, bentrok nanti menjadi pertarungan pertama antara Ronald Koeman dan Zinedine Zidane sebagai pelatih. Meski duel antara keduanya berstatus "debutan",
Koeman dan Zidane sejatinya adalah dua sosok legenda El Clasico. Koeman bergabung dengan Barcelona pada 1989 dan langsung menjuarai Copa del Rey di musim pertamanya dengan mengalahkan Real Madrid di final. Pengalaman terbaiknya di laga El Clasico kontra Real Madrid terjadi pada 1994. Pria asal Belanda itu mencetak gol tendangan bebas jarak jauh dalam kemenangan 5-0 Barca atas Real Madrid di Camp Nou. Secara keseluruhan, Koeman mencatatkan 11 penampilan El Clasico sebagai pemain dengan kontribusi lima gol Produktivitasnya itu membuat Koeman menjadi bek tersubur sepanjang masa Barcelona dengan torehan 88 gol.
Koeman, yang saat ini berusia 57 tahun, diangkat menjadi pelatih Barca awal musim 20202-2021. Dia menggantikan Quique Setien yang dipecat.
Sementara itu, Zidane bermain melawan Barcelona sebanyak tujuh kali sebagai pemain di LaLiga, dengan rincian dua kemenangan, tiga hasil imbang dan dua kekalahan. Salah satu kemenangan terbesarnya pada El Clasico adalah pada 2004 saat Real Madrid membungkam Barca 4-2 di Santiago Bernabeu. Zinedine turut menyumbang satu gol ke gawang Barca, yang saat itu dijaga oleh Victor Valdes. Namun, momen terbaiknya saat melawan Barca terjadi pada ajang Liga Champions 2001-2002. Saat itu, Zidane bersama Real Madrid berhadapan dengan El Barca di semifinal. Pada leg pertama di Camp Nou, Los Blancos menang 2-0 dan Zidane menyumbang satu gol. Adapun pada pertemuan kedua di Santiago Bernabeu, Real Madrid bermain imabang 1-1 dengan Barca dan lolos ke final dengan keunggulan agregat 3-1. Di partai puncak, Zidane juga mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 Real Madrid atas Bayer Leverkusen. Zidane menuai lebih banyak kesuksesan ketika menjabat sebagai pelatih Real Madrid. Dia mempersembahkan 11 trofi, termasuk dua gelar LaLiga (2017, 2020), dan tiga gelar Liga Champions beruntun (2016, 2017, 2018) dalam dua periodenya sebagai pelatih. Torehannya itu membuat Zinedine menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah Real Madrid. Zidane hanya kalah dari raihan entrenador legendaris Real Madrid, Miguel Muñoz dengan raihan 14 trofi.
terlepas dari itu, pertandingan nanti juga bisa jadi pembuktian dua pemain muda Ansu Fati yang baru 17 tahun dan Madrid punya Vinicius Junior yang berusia 20 tahun. Ansu Fati musim ini sudah jadi andalan baru untuk Los Cules, mencetak empat gol dan dua assist dalam lima pertandingan di seluruh ajang. Vinicius tak mau kalah, membukukan tiga gol di lima laga seluruh kompetisi.
"Ada banyak pemain bagus di pertandingan ini, tapi saya akan memilih para pemain muda. Pastinya itu adalah Ansu Fati di Barcelona dan Vinicius di Real Madrid," kata legenda Real Madrid Guti Hernandez. "Mereka adalah pemain-pemain yang sangat bertalenta, yang akan menghadirkan banyak hal ke LaLiga," ujarnya. (*)
Editor: Aspian Nur
Berita ini dirangkum korankaltim.com dari berbagai sumber hari Jumat 23 Oktober 2020