Penghentian kerja sama ini dilakukan atas dasar persetujuan kedua pihak, dengan mempertimbangkan dinamika internal dan arah strategis pembinaan tim nasional ke depan. Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, Patrick Kluivert dan tim kepelatihan lainnya tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U23 maupun U20.
“PSSI menyampaikan apresiasi atas kontribusi seluruh anggota tim kepelatihan selama masa tugasnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepakbola nasional,” tulis PSSI dalam laman resmi mereka.
Hasil ini tentu sangat ironis, mengingat Patrick Kluivert datang pada awal 2025 namun sudah pergi sebelum tahun berakhir alias tak sampai sembilan bulan kebersamaan dengan timnas Indonesia.
Yang lebih menyakitkan, kehadiran mantan pemain timnas Belanda itu bersama rombongan dari Negeri Kincir Angin ternyata hanya jadi biang kegagalan lolosnya Merah Putih menembus Piala Dunia 2026 setelah dua kali kalah dari Arab Saudi 2-3 dan takluk dari Irak 0-1.
Kluivert menjadi pengganti Shin Tae-yong yang dipecat PSSI pada awal 2025 padahal tugas mantan bomber Belanda itu adalah meloloskan Indonesia ke Piala Dunia 2026, meneruskan tugas STY sebelumnya.
Pertandingan pertama Timnas Indonesia di bawah arahan Kluivert adalah melawan Australia. Kekalahan 1-5 jadi hasil akhir.
Setelah itu skuad Merah Putih menang dua kali, dengan skor identik 1-0, atas China dan Bahrain. Dua kemenangan itu membuka jalan Indonesia ke fase keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, namun tim Garuda kalah 0-6 pada laga penutup fase ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026.
Sebelum menjalani fase keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia menjalani laga uji tanding terlebih dahulu. Jay Idzes dan kawan-kawan menang 6-0 atas Taiwan dan ditahan imbang 0-0 dengan Lebanon. Dari delapan pertandingan, Kluivert membawa Indonesia menang tiga kali, seri satu kali, dan kalah enam kali. Persentase kemenangan adalah 37,5 persen.
Editor: Aspian Nur