Catur merupakan bagian penting dalam perjalanan Persiba Balikpapan musim ini yang mengarungi Liga 3 sampai akhirnya lolos ke kompetisi kasta kedua di Tanah Air. Wajar kalau penangkapan mantan anggota Polda Kaltim dan pernah bertugas sebagai analis di Subdit I Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) itu membuat heboh tak hanya masyarakat Kota Beriman tapi juga Kalimantan Timur mengingat prestasi membanggakan yang diraih Persiba tak lepas dari peran pentingnya di dalam tim.
Menanggapi ramainya kabar yang beredar terkait penangkapan Catur oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri itu, manajemen tim pun mengeluarkan statemen atau pernyataan resmi.
Lewat media sosial resmi mereka, Persiba Balikpapan menegaskan kalau apa yang terjadi dengan direktur mereka tidak ada kaitannya dengan Persiba Balikpapan.
“Persiba Balikpapan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk menangani perkara tersebut sesuai ketentuan yang berlaku karena hal tersebut bukan bagian dari tugas atau fungsi yang bersangkutan dalam struktur klub dan Persiba Balikpapan tidak akan turut serta dalam proses tersebut,” tulis manajemen klub.
“Kami juga menegaskan situasi ini tidak mengganggu ataupun mempengaruhi focus dan arah tim dalam mempersiapkan diri menambut kompetisi Liga 2. Persiba Balikpapan tetap focus menjalankan program yang sudah dirancang sebagai bagian dari komitmen musim baru. Pemain, staf pelatih dan jajaran internal tetap solid dan berkomitmen penuh menatap musim depan dengan semangat tinggi,” tegas mereka.
Sebagai bagian dari langkah pembenahan dan kesiapan menghadpai Liga 2, Persiba Balikpapan akan melakukan perubahan dalam struktur manajemen. “Dukungan dan kepercayaan dari masyarakat serta para pendukung Persiba adalah kekuatan besar bagi kami untuk terus melangkah maju. Kami berharap public dapat menyikapi situasi ini dengan bijak dan terus memberikan dukungan kepada tim menyongsong kompetisi mendatang,” papar mereka.
Sebelumnya ramai beredar kabar penangkapan terhadap Direktur Persiba Balikpapan Catur Adi Prianto yang disampaikan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, Brigadir Jenderal Mukti Juharsa.
Penangkapan Catur sudah beredar luas dalam dua hari terakhir di Balikpapan. Selain Catur, beberapa orang lainnya juga dilaporkan turut diamankan. Tak hanya dugaan atas kasus narkoba, Catur juga diduga terlibat dalam kasus narkotika serta tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Benar, dia terlibat dalam kedua kasus tersebut," kata Mukti kepada media.
Catur memilih untuk pensiun dini dari kepolisian sebelum akhirnya beralih ke dunia sepak bola. Sebelumnya Catur pernah menjadi manajer di klub sepak bola Yanma Polda Kaltim, berlaga pada Danlanud Cup 2022. Catur juga pernah jadi manajer Persiba U-17 yang berlaga pada Piala Soeratin U-17 Zona Kaltim.
Namanya pernah mencuat dalam perkara penggelapan alat penyadap milik Ditresnarkoba Polda Kaltim. Pada 3 April 2024, ia dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Balikpapan.
Sementara itu dalam unggahan di medis sosial lainnya, CEO Persiba Balikpapan Ichsan Rachmansyah membantah kalau Catur adalah Direktur Persiba Balikpapan melainkan hanya pengurus.
Nama Catur Adi tidak disertakan secara legalitas dalam akta PT Persiba. “Di akta PT, tidak ada nama beliau sebagai direktur. Tapi di PSSI yang kami daftarkan di operator Liga 2 sebagai pengurus dan hanya diberi mandat untuk membantu manajemen tim,” ujar Ichsan melansir dari laman Instagram nusaliga.
Editor: Aspian Nur