Terdegradasi ke Liga 2 dari Liga 1 dan terjun bebas hingga ke Liga 3 ditambah dengan mundurnya dari kompetisi kasta ketiga di Tanah Air seolah melengkapi kisah buruk yang dialami tim berjulukan Si Naga Mekes situ.
Dihubungi Korankaltim.com Jumat (15/12/2023) sore tadi, Media Officer Mitra Kukar Agri Winata mengaku surat pengunduran diri klub kebanggaan masyarakat Kota Raja Tenggarong itu sudah diserahkan pada 10 Desember lalu.
“Suratnya sudah kami serahkan, intinya menyampaikan ke PSSI kalau tim dalam kondisi tidak siap. Pemain tidak ada, jadi kami tidak bisa apa-apa,” kata Ewin, sapaan akrab Agri Winata.
Sama seperti Manajer Nor Alam, Ewin juga menegaskan kalau masalah finansial bukan jadi penyebab utama mundurnya Mitra Kukar dari Liga 3 North District.
“Tidak ada hubunganya sama sekali, ini murni karena pemain yang tidak ada. Seperti yang sudah dijelaskan manajer, sebenarnya kami sudah melakukan persiapan tahun 2021 lalu, tapi ada kerusuhan di Kanjuruhan dan pemain juga pelatih akhirnya pergi karena saat itu tidak ada kepastian kapan kompetisi dimulai,” papar Ewin.
Dipastikan Ewin Mitra Kukar hanya absen satu musim, tahun depan di musim 2024/2025 mereka siap kembali berkompetisi dengan klub-klub Liga 3 lainnya. “Ya, sementara satu musim ini kami istirahat dulu, insha Allah tahun depan kami persiapan lagi untuk berkompetisi,” pungkas Ewin.
Kabar lain yang diperoleh Korankaltim.com, Mitra Kukar mundur dari Liga 3 bukan hanya ketidaksiapan materi pemain, tapi juga karena pemilik klub Endri Erawan disibukkan dengan persiapan tim nasional Indonesia baik senior maupun junior. Terbaru, Endri terlibat langsung sebagai manajer tim dalam persiapan timnas Indonesia U-17 saat berlaga di Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Indonesia.
Editor: Aspian Nur