Kabar kepergian selamanya pemuda kelahiran Kupang, 13 Agustus 1999 itu diketahui dari media sosial Instagram resmi klub @persikubarputra yang mengunggah kabar kematian Ndoen.
”Team Persikubar Putra berduka....salah satu pemain terbaik kami telah di panggil ke pangkuan Bapa tadi pagi pukul 4.30...jenazah akan dipulangkan hari ini ke NTT...,” tulis mereka di Instagram.
Sebelumnya Ndoen Angki sempat meminta kepada pengelola Instagram @persikubarputra agar memajang foto dirinya dan hal itu dipenuhi. “Selamat jalan bro angki...permintaanmu untuk memajang fotomu di IG Persikubar ternyata sebuah pertanda,” tulis admin media social tersebut.
Jenazah Ndoen Angki saat ini sudah dimakamkan di Kupang, tempat kelahirannya. Pertandingan di Liga 3 Zona Kaltim sendiri akhir pecan tadi sempat diawali dengan doa untuk Ndoen Angki.
Kabar kematian Ndoen Angki juga diinfokan oleh Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI).
Sebelum meninggal dunia, Ndoen Angki sempat mengeluh sakit lambung hingga dilarikan ke rumah sakit oleh pihak klub.
"Angki sebelumnya mengeluh sakit lambung lalu dilarikan ke rumah sakit oleh klub. Namun, pada tanggal 16 Desember, Angki menghembuskan napas terakhirnya."
"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," demikian pernyataan APPI yang diunggah di media sosial Twitter Rabu (22/12/2021) malam kemarin.
Tak pelak kepergian Ndoen Angki menambah duka persepakbolaan Tanah Air setelah Taufik Ramsyah juga wafat karena cedera berat dibagian kepala saat timnya bersua Wahana FC di Liga 3 Zona Riau.
Editor: Aspian Nur