Wajar, karena saat berlaga di Liga 2 manajemen Mitra Kukar yang dipimpin H Endri Erawan sudah menggaungkan tekad kembali ke Liga 1 musim depan dan itu sudah diupayakan dengan persiapan panjang meski terkendala pandemic Covid-19.
Manajer Mitra Kukar Nor Alam mengakui kalau persiapan tahun ini sebenarnya lebih baik dibanding tahun lalu.
“Kami melakukan persiapan panjang di Jakarta dan meski terkendala corona, tapi semua berjalan dengan baik,” jelas Alam kepada Korankaltim.com Jumat (3/12/2021) pagi tadi.
Namun diakunya nasib sial harus dirasakan Mitra. “Kami tidak beruntung, kekalahan melawan Persiba jadi kunci kami terdegradasi,” sebut Alam.
Mitra Kukar mengalami kekalahan saat bersua saudara tua mereka Persiba di Stadion Batakan dengan skor 0-1 dimana gol terjadi karena pelanggaran di area terlarang dan eksekusi penalty Muhammad Yogi Novrian l
menit 62 jadi penentu Beruang Madu yang resmi melaju ke 8 Besar.
Laga terakhir yang jadi penentu nasib Mitra dan digelar tak bersamaan antara Persewar Waropen dan PSBS Biak Numfor dan berakhir imbang 1-1 juga disebut Alam faktor tereliminasinya Mitra dari Liga 2 musim ini. “Seharusnya laga terakhir digelar bersamaan untuk menghindari main mata, tapi itu tidak dilakukan. Setelah kami main duluan dan lawan berikutnya mengetahui hasil pertandingan tentu mereka memiliki kesempatan mengatur strategi,” papar mantan gelandang Mitra Kukar ini.
Terlepas dari itu, Alam menegaskan manajemen tim tidak ingin mencari kambing hitam dari turunnya Mitra ke Liga 3. “Semua sudah terjadi, kami sudah berjuang, pemain sudah berusaha di lapangan, ini hasilnya. Kalau mau sedih, tentu kami juga sedih,” ungkapnya.
Setelah fase penyisihan grup Liga 2 berakhir, tim juga dibubarkan dan pemain sudah pulang ke daerah masing-masing. “Soal ke Liga 3 saya juga tidak tahu bagaimana nanti, tergantung manajemen. Yang jelas tim sudah dibubarkan,” tutup Alam.
Terpisah, mantan manajer Mitra Kukar H Fahmi Yusuf juga mengaku prihatin dan sedih dengan apa yang dialami Mitra Kukar saat ini. “Semua pasti bersedih, tidak ada yang mau Mitra Kukar sampai tampil di Liga 3, tapi jangan sampai menyalahkan pemain karena mereka sudah berjuang dan berusaha,” kata Fahmi yang ikut andil mengangkat Mitra dari Divisi 1 ke Divisi Utama tahun 2008 silam.
Yang perlu dilakukan segera saat ini menurut mantan pemain Persiku Kutai ini adalah memperbaiki pengelolaan dan manajemen tim.
“Semua harus tetap mendukung dimana pun Mitra berlaga, itu jadi bukti kecintaan kepada tim, tapi saran saya perbaiki semuanya, mulai dari manajemen dan pengelolaan di dalam tim harus ada perbaikan, karena bicara sepakbola tak hanya faktor teknis di lapangan, tapi juga non teknis,” sebut Fahmi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur