Korban ditemukan sekitar 191 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP) menuju arah hilir. Saat ditemukan, korban berada di perairan tidak jauh dari sebuah kapal LCT yang berada di jalur menuju hilir Sungai Mahakam.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Aries Setiawan mengatakan, keberhasilan menemukan korban merupakan hasil penyisiran yang dilakukan tim SAR gabungan sejak operasi pencarian dilanjutkan pada hari kedua.
“Dapat kami sampaikan tim SAR gabungan telah mendapatkan korban di jarak kurang lebih 191 meter dari LKP menuju ke hilir, pada pukul 20.36 Wita,” ujar Aries.
Menurutnya, posisi korban saat ditemukan berada persis di sebelah LCT. Tim kemudian segera melakukan evakuasi terhadap korban dari perairan.
“Untuk posisi korban, persis di sebelah LCT, di perairan menuju ke arah hilir,” katanya.
Saat proses penemuan, anggota tim SAR melaporkan korban dalam posisi terlentang. Setelah dipastikan sebagai korban yang dicari, proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim gabungan.
“Untuk posisi korban saat penemuan, ini diinformasikan dari anggota tadi posisi terlentang,” jelasnya.
Korban selanjutnya dievakuasi dari lokasi penemuan. Tim SAR kemudian berkoordinasi dengan keluarga terkait proses penanganan jenazah setelah operasi pencarian berhasil dilakukan.
Aries mengatakan, keluarga korban meminta agar jenazah tidak dibawa ke rumah sakit, melainkan langsung diantar ke rumah duka. Permintaan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan.
“Atas permintaan dari keluarga korban, korban yang kita temukan tadi langsung dibawa ke rumah duka,” ungkap Aries.
Dengan ditemukannya korban pada hari kedua pencarian, operasi SAR terhadap pelajar tersebut dinyatakan di tutup. Korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Editor: Erwin