Sapi berjenis Brahman Cross dengan bobot mencapai 1,07 ton itu diberi nama “Bejo” oleh pemiliknya, Mujianto.
Sang pemilik, Mujianto, mengaku bersyukur dan bangga karena sapi terbaik dari kandangnya dipilih menjadi sapi kurban Presiden RI, Prabowo Subianto. Dia juga menyampaikan, apresiasi kepada Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi Kaltim yang telah mempercayakan sapi miliknya sebagai hewan kurban presiden.
“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Prabowo Subianto dan juga Dinas Peternakan Provinsi Kaltim yang telah memilih sapi terbaik di kandang saya,” ujar Mujianto, Jumat (22/5/2026).
Dirinya mengaku, dalam merawat sapi berukuran jumbo bukan perkara mudah. Dibutuhkan perhatian khusus mulai dari kebersihan kandang, kesehatan hewan, hingga pola pemberian pakan yang seimbang agar sapi dapat tumbuh maksimal.
Selain itu, Mujianto menjelaskan sapi Bejo yang kini berusia sekitar enam tahun sebelumnya didatangkan dari Sulawesi. Ia menuturkan untuk pasokan sapi berukuran besar dari Pulau Jawa masih cukup sulit masuk ke Kaltim.
“Ya, kita sebenarnya ingin ke depannya sapi dari Jawa juga bisa masuk ke Kalimantan untuk meramaikan peternakan di sini,” katanya.
Mujianto mengungkapkan sapi yang dipersiapkan untuk Hari Raya Iduladha tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp120 juta.
Untuk proses penyerahan kepada tim Banpres, ia masih menunggu jadwal lanjutan setelah dilakukan kunjungan dan pemeriksaan tambahan.
Dari sisi kesehatan, Mujianto memastikan sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan secara lengkap. Pemeriksaan meliputi penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) hingga pengambilan sampel darah oleh dokter hewan dari Pemprov Kaltim.
“Jadi hingga saat ini untuk kesehatan sapi sudah aman,” tuturnya.
Editor: Erwin