Indah, cucu pemilik rumah mengatakan, dirinya sempat panik saat melihat api mulai membesar dari dalam rumah setelah sebelumnya Teguh yang diketahui merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diduga membakar kursi tanpa alasan yang jelas.
“Saya tahunya dia bakar kursi dan api langsung naik ke atap rumah,” kata Indah kepada Korankaltim.com di lokasi kejadian
Teguh tinggal bersama sang kakek di rumah tersebut. Saat kebakaran terjadi Indah langsung menyelamatkan sang kakek keluar rumah sebelum api membesar dan menghanguskan bangunan.
“Yang tinggal di sini Teguh sama kakek saya. Kakek tadi sudah saya selamatkan duluan,” kata Indah lagi.
Sementara itu, pemilik rumah bernama Sapar mengungkapkan, Teguh baru saja pulang dari rumah sakit pada sore hari sebelum kejadian. Teguh disebut telah lama mengalami gangguan mental dan rutin menjalani pengobatan.
“Sudah lama sakitnya, lebih dari lima tahun. Sejak SMP kelas 2 sudah mulai stres,” ungkap Sapar.
Narahubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hery Suhendra menjelaskan, mereka menerima laporan kebakaran pada pukul 01.30 WITA dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi kejadian.
“Awalnya dilaporkan satu bangunan terbakar, tapi setelah kami cek ternyata ada dua yang terdampak,” ujar Hery.
Ada tujuh unit fire truck Disdamkarmat Kota Samarinda dan PMK swasta dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Proses penanganan sempat terkendala kondisi lokasi rumah yang berada di kawasan perbukitan dan minim sumber air.
“Kesulitannya karena posisi bangunan di atas bukit, jadi suplai air dari bawah cukup susah. Warga membantu dengan sumur dan tandon air, kemudian kami gunakan juga hidran kering untuk penyuplaian,” sebut Hery.
Api berhasil dipadamkan setelah penanganan selama kurang lebih satu jam. Teguh sendiri sudah diamankan Tim Patroli Beat 110 Polresta Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut.
Editor: Aspian Nur