Wali Kota Samarinda, Andi Harun, secara resmi melepas 1.024 jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci secara bertahap mulai 26 April 2026. Keberangkatan dilakukan bergelombang sesuai kelompok terbang (kloter) yang telah dijadwalkan.
Dalam arahannya, Andi Harun menekankan bahwa ibadah haji menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima, terutama menghadapi tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi.
“Kami berharap para jemaah menguatkan kesabaran karena perjalanan haji penuh tantangan, terutama cuaca di Arab Saudi yang sudah memasuki musim panas,” ujar Andi Harun pada Minggu, (5/4/2026).
Suhu udara saat puncak pelaksanaan wukuf di Arafah diperkirakan dapat mencapai 50 derajat celsius. Selain cuaca menyengat, jemaah juga diingatkan untuk mengantisipasi jarak penginapan yang cukup jauh dari lokasi ibadah, yakni berkisar antara 3 hingga 7 kilometer.
“Semoga jemaah yang berangkat mendapat kemudahan dari Allah, kembali berkumpul bersama keluarga dengan selamat, dan hajinya InsyaAllah mabrur,” tuturnya.
Sebagai bentuk perhatian, Pemkot Samarinda memberikan tambahan uang saku sebesar 100 riyal untuk masing-masing jemaah. Jika dikonversi, nilai tersebut setara dengan Rp450.000 per orang. Dengan total 1.024 jemaah, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp460,8 juta.
Pemberian uang saku ini disebut telah menjadi tradisi Pemkot Samarinda selama empat tahun berturut-turut sebagai tanda ikatan batin dengan warga.
“Ini sekadar tambahan uang saku bagi seluruh jemaah. Mudahan bisa bermanfaat dan menjadi berkah,” ucapnya.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Samarinda Jurait menyebutkan, keberangkatan dibagi dalam lima kloter.
Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 26 April menuju embarkasi sebelum melanjutkan perjalanan langsung ke Madinah.
“Kloter pertama 26 April. Total jemaah dari Samarinda tahun ini 1.024 orang,” kata Jurait.
Ia mengungkapkan rentang usia jemaah cukup beragam, mulai dari yang termuda berusia 17 tahun hingga yang tertua berusia 88 tahun.
Sebagian besar merupakan pendaftar sejak 2012 dengan masa tunggu 14 tahun. Jurait memastikan seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi secara lengkap.
“Kami ingatkan jaga kesehatan dan pola makan. Jangan sampai terpengaruh isu-isu yang tidak jelas terkait situasi di Timur Tengah saat ini. Insyaallah tidak ada kendala. Vaksin sudah semua,” pungkasnya.
Editor: Erwin