Suasana riuh dipenuhi buruh pelabuhan yang bersahut-sahutan menawarkan jasa angkut, sementara pemudik tampak kewalahan menenteng koper dan kardus bawaan.
Di tengah keramaian itu, seorang pria. Muskomar, warga asal Soppeng, bukan pemudik yang kembali, melainkan pendatang baru pertama kali menjejakkan kaki di Samarinda. Ia berdiri gelisah, mata menatap setiap wajah yang lewat, berharap menemukan keluarga penjemputnya.
“Saya baru pertama kali ke Samarinda. Mau cari kerja di sini,” ucapnya singkat kepada awak media.
Ia menambahkan berangkat dari pelabuhan Pare-Pare tidak sendiri tetapi membawa keluarganya. “Saya kesini bersama anak dan Istri, saya mau ke Samarinda Seberang tempat keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Ridha Rengreng, memastikan bahwa hari tersebut menjadi momen tersibuk sejak arus balik dimulai.
“Alhamdulillah, hari ini keberangkatan ada, kedatangan juga ada. Dari Parepare ke Samarinda lewat KM Queen Soya diperkirakan sekitar 1.600 penumpang,” ungkapnya.
Berdasarkan data KSOP, sedikitnya 16 kendaraan roda empat dan 40 roda dua ikut masuk bersama rombongan pemudik. Ridha menegaskan bahwa seluruh instansi telah bersiaga.
“Kami sudah siapkan dukungan jauh-jauh hari bersama Pelindo, TNI, Polri, hingga tim kesehatan. Semua bekerja maksimal agar arus balik aman dan tertib,” tegasnya.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu prioritas, mengingat banyak penumpang melanjutkan perjalanan ke daerah lain di Kaltim.
“Kami imbau penumpang yang kurang sehat untuk memeriksakan kondisi. Petugas kesehatan sudah siaga,” katanya.
Tidak hanya kedatangan, arus keberangkatan juga meningkat. Sekitar 1.400 penumpang dijadwalkan berangkat hari ini, dengan potensi penambahan 100–200 orang.
“Kapasitas kapal 1.700, masih aman. Besok KM Aditya juga tiba. Kemungkinan puncak arus balik hari ini atau besok, H+9,” kata Ridha.
Hingga sore, tercatat 1.605 penumpang telah tiba. Ridha memastikan pelayanan tetap optimal. “Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pemudik tetap kami utamakan,” pungkasnya.
Editor: Erwin