Hingga kini, tidak sedikit calon penumpang yang memilih naik bus di luar kawasan terminal resmi karena dianggap lebih praktis dan mudah diakses.
Koordinator Terminal Sungai Kunjang Eko Novianto mengungkapkan, perilaku tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama kebiasaan masyarakat yang enggan masuk ke dalam terminal dan satu diantara alasan yang kerap muncul adalah anggapan adanya biaya tambahan saat memasuki area terminal.
“Sebagian penumpang berasumsi kalau masuk ke dalam terminal harus mengeluarkan biaya retribusi, sehingga mereka lebih memilih menunggu bus di luar,” jelas Eko pada Jumat (19/3/2026).
Selain itu, keterbatasan moda transportasi pengumpan menuju terminal juga menjadi kendala yang cukup signifikan. Minimnya akses angkutan lanjutan membuat masyarakat lebih memilih menggunakan ojek online atau langsung menunggu bus di pinggir jalan yang dilalui kendaraan tersebut.
“Transportasi menuju terminal memang belum maksimal. Banyak penumpang akhirnya memilih cara yang lebih cepat, seperti dijemput ojek online atau menunggu di titik tertentu di luar terminal,” tambahnya.
Di sisi lain, kondisi fasilitas terminal yang belum sepenuhnya memadai turut memengaruhi minat masyarakat. Ruang tunggu yang sederhana serta lingkungan yang dinilai kurang nyaman menjadi alasan tambahan bagi penumpang untuk tidak masuk ke dalam terminal.
Eko menilai, kondisi ini berbeda dengan sejumlah terminal di daerah lain yang telah mendapatkan sentuhan revitalisasi. Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan nyaman, terminal-terminal tersebut dinilai lebih mampu menarik minat masyarakat untuk memanfaatkannya secara optimal.
“Kalau melihat terminal yang sudah direvitalisasi, tingkat kunjungan penumpangnya jauh lebih tinggi. Ini menjadi gambaran bahwa fasilitas sangat berpengaruh,” sebut Eko lagi.
Rencana pembenahan Terminal Sungai Kunjang sebenarnya telah masuk dalam agenda namun hingga saat ini, realisasinya masih tertunda akibat sejumlah kendala, termasuk keterbatasan anggaran. “Rencana perbaikan memang sudah ada, tapi pelaksanaannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” kata Eko.
Kedepan, pihak pengelola terminal berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan penataan kawasan. “Dengan adanya perbaikan fasilitas dan penataan kawasan, kami berharap masyarakat kembali menjadikan terminal sebagai titik keberangkatan utama yang aman, nyaman, dan tertib,” Pungkas Eko.