Salah satu penumpang KM Prince Soya, Abdullah Faisal, mengaku memilih menggunakan kapal laut setelah tidak mendapatkan tiket pesawat untuk perjalanan menuju kampung halamannya di Sulawesi Selatan.
“Saya sebenarnya dari Jakarta ke Balikpapan sempat naik pesawat, tapi untuk perjalanan selanjutnya tiket pesawat sudah habis. Akhirnya saya ambil jalur laut saja,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Samarinda.
Abdullah mengatakan perjalanan menggunakan kapal laut memang memakan waktu lebih lama, namun terasa lebih santai. Selain itu, harga tiket kapal dinilai lebih terjangkau bagi para pemudik.
“Kalau kapal ini memang lebih ramah di kantong. Tadi saya dapat tiket sekitar Rp500 ribu tapi itu baru sampai Parepare saja. Nanti lanjut lagi ke Makassar pakai bus atau kendaraan lain,” katanya.
Ia menambahkan, dirinya pulang seorang diri karena keluarga telah lebih dulu berada di Makassar. Biasanya ia pulang kampung setahun sekali untuk berkumpul bersama keluarga.
“Pulang sendiri karena keluarga sudah di Makassar. Biasanya setahun sekali baru pulang. Yang paling dirindukan tentu momen kebersamaan dengan keluarga, bertemu anak-anak dan saudara,” ungkapnya.
Abdullah juga menilai kondisi arus mudik tahun ini terasa lebih tertib dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, sistem pelayanan di pelabuhan sudah semakin baik sehingga penumpang tidak lagi berdesakan seperti dulu.
“Kalau dibanding dulu, sekarang jauh lebih tertib. Sistem yang dibuat oleh Pelindo dan pihak terkait sudah bagus, jadi tidak berjubel seperti dulu lagi,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt Sahrun Asis, mengatakan lonjakan penumpang memang terjadi pada hari ini sehingga diperkirakan menjadi puncak arus mudik Lebaran tahun ini.
“Tadi pagi ada kapal tiba, KM Queen Soya dengan jumlah penumpang kurang lebih 350 orang. Kemudian kapal yang baru saja berangkat, KM Prince Soya tujuan Parepare, membawa sekitar 1.697 penumpang,” jelasnya.
Selain itu, kapal perintis KM Sabuk Nusantara yang baru bersandar di pelabuhan juga membawa sekitar 97 penumpang. Keberangkatan kapal bahkan sempat dimajukan dari jadwal semula pukul 14.00 menjadi pukul 12.00 karena kapasitas penumpang sudah terpenuhi.
Editor: Erwin