Diketahui hujan berintensitas lebat disertai angin kencang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kaltim dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Koordinator Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Kaltim, Cahyo Kristanto, menyampaikan bahwa status siaga telah ditetapkan sejak awal tahun hingga Mei sebagai langkah antisipasi. Meski demikian, penanganan darurat tetap menunggu kejadian nyata di lapangan.
“Untuk kondisi sekarang, kami mengimbau masyarakat agar bersiap dan waspada. Kita tidak bisa menentukan di mana dampaknya terjadi, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci,” ujar Cahyo saat dihubungi wartawan Korankaltim.com, Selasa (24/2/2026).
BPBD Kaltim kata dia juga terus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna memastikan kesiapan layanan dasar, di antaranya PLN, PDAM, serta Pertamina, terutama untuk mengantisipasi gangguan listrik, air bersih, dan pasokan bahan bakar.
Lebih lanjut, informasi peringatan cuaca yang diperoleh BPBD dari laporan global BMKG, yang secara rutin menyampaikan potensi cuaca ekstrem.
“Berdasarkan informasi tersebut, kita terus memastikan personel dan peralatan tetap dalam kondisi siap siaga, jika terjadi bencana,” ucapnya.
Cahyo menambahkan, bahwa baru-baru ini ada getaran gempa yang sempat dirasakan di beberapa daerah, seperti Kutai Kartanegara dilaporkan hanya berskala kecil. Walaupun begitu kata dia tidak ada laporan kerusakan parah.
“Seperti rumah retak atau pergeseran tanah signifikan di wilayah Kaltim,” sebutnya.
Meski demikian, Cahyo mengingatkan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai diminta lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya risiko meningkat saat hujan lebat berlangsung dalam durasi lama.
Editor: Erwin