Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda Hendra AH menjelaskan, api cepat membesar karena seluruh bangunan yang terbakar merupakan rumah kayu. Akses jalan yang sempit juga menjadi kendala utama petugas di lapangan.
“Kendalanya itu jalan sempit, kemudian rumahnya semua kayu, jadi api cepat menjalar,” ujar Hendra kepada Korankaltim.com.
Untuk memadamkan api, Damkar Samarinda menurunkan empat posko pemadam yang dibantu para relawan. Kondisi cuaca hujan saat kejadian turut membantu proses pemadaman.
“Kami turunkan empat posko dibantu relawan. Alhamdulillah hujan, sehingga rawa-rawa di sekitar penuh air dan bisa dimanfaatkan,” jelasnya.
Para relawan juga membantu suplai air menggunakan mesin pompa portable karena keterbatasan akses mobil pemadam. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. “Korban nihil. Karena subuh, warga juga tidak padat,” kata Hendra.
Terkait penyebab kebakaran, Hendra mengatakan masih dalam penyelidikan. Indikasi awal api diduga berasal dari rumah kosong yang ditinggal penghuninya sehari sebelumnya.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam. Akibat kejadian ini, sebelas keluarga terdampak dan kerugian materi masih didata pihak terkait.
Editor: Aspian Nur