Wakil Ketua Pembina YARSI, dr. Lamri, menegaskan bahwa kesiapan sumber daya manusia, peralatan medis, dan fasilitas bangunan rumah sakit sudah hampir rampung, sehingga RSI siap beroperasi segera setelah izin diterbitkan.
Menurutnya, penyusunan kebutuhan SDM telah dilakukan secara matang tanpa kendala berarti, dan tenaga kesehatan yang akan bertugas di RSI sudah siap ditempatkan.
“Kalau urusan SDM saya rasa tidak sulit bagi kita. Semua sudah tersusun, tinggal kita panggil. Spesialis, perawat, ners, bahkan tenaga spesialis lainnya sudah siap untuk bergabung kembali,” ujarnya, Rabu (26/11/2025) sore.
Lanjutnya, proses kerja sama dengan Poltekkes guna pembukaan akademi keperawatan (Akper) juga sedang berjalan.
“Akper sedang kami proses untuk buka kembali. Kerja sama dengan Poltekkes sudah kami jalankan, akreditasinya juga sedang berjalan. Mudah-mudahan surat dari PIKTI segera turun,” tambahnya.
Di sisi lain, kesiapan fisik rumah sakit juga disebut telah mencapai 100 persen. Berbagai peralatan medis telah diperiksa, diperbarui, dan dikalibrasi untuk memastikan keamanan dan standar pelayanan.
“Alat-alat sudah kami amankan, kami kalibrasi, dan perbaiki. Dari sisi bangunan, semuanya sudah siap untuk operasional,” kata dr. Lamri.
Ia menegaskan RSI dapat langsung beroperasi dalam waktu cepat setelah izin keluar.
“Jika izin operasi sudah ada, paling sebulan rumah sakit ini sudah jalan. Di awal pembukaan pun kami siap mendampingi sampai pelayanannya stabil,” tegasnya.
Pihak yayasan menilai prospek pengoperasian kembali rumah sakit sangat menjanjikan, baik dari sisi layanan maupun dukungan masyarakat. Lebih dari 30 tenaga kesehatan dan dokter spesialis disebut telah menyatakan kesediaan bergabung.
“Kami siap buka mulai dari tipe D. Dari hitungan kami, rumah sakit ini tetap berpeluang untung dan banyak masyarakat yang mendukung. Dari semua sisi, kami sudah sangat siap,” ucapnya.
Dengan kesiapan tersebut, YARSI optimistis RSI dapat segera kembali menjadi fasilitas kesehatan rujukan di Samarinda.
Editor: Erwin