Temuan tersebut menjadi sorotan utama Satlantas Polresta Samarinda saat melakukan razia sejak pagi hingga sore.
Kanit Turwali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki, menyampaikan bahwa pada hari ketiga ini pihaknya tetap menyasar delapan target prioritas pelanggaran.
Dari hasil pemantauan di lapangan, kendaraan angkutan barang mendominasi temuan, terutama terkait masa uji KIR yang sudah mati.
“Hari ini kami temukan hampir 60 sampai 70 kendaraan yang KIR-nya sudah mati. Ini menjadi catatan penting karena kendaraan angkutan barang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bila tidak memenuhi standar laik jalan,” ungkapnya Saat ditemui di lokasi pada Rabu (19/11/2025) sore.
Selain pelanggaran KIR, petugas juga mendapati sejumlah pengendara yang masih melakukan aktivitas berbahaya saat berkendara, seperti merokok atau tidak menggunakan sabuk pengaman. Menurut Iptu Ismail, aktivitas tersebut kerap memicu kecelakaan karena mengurangi konsentrasi.
“Masih ada pengendara yang melakukan aktivitas lain saat berkendara. Ada yang merokok, ada yang tidak pakai safety belt. Ini terus kami ingatkan agar tidak diulangi,” ujarnya.
Pada hari ketiga, jumlah kendaraan yang terjaring cukup tinggi. Dari hasil penindakan, tercatat 40 pelanggaran untuk pengendara motor pada pagi hari, serta 80 pelanggaran untuk kendaraan angkutan barang pada sore hari, sehingga total mencapai sekitar 120 pelanggaran dalam sehari.
Meski begitu, sebagian pelanggar yang masa KIR-nya hanya terlambat sedikit masih diberikan ruang edukasi.
“Kalau ada yang telat sedikit, kami diskusikan dulu. Mereka kami berikan pemahaman dan diarahkan untuk segera memenuhi syarat administrasi besok. Pendekatan edukasi tetap kami kedepankan,” tambah Iptu Ismail.
Jika ditotal sejak hari pertama hingga hari ketiga, jumlah pelanggaran sudah mencapai sekitar 170–180 kasus. Satlantas Polresta Samarinda memastikan Operasi Zebra Mahakam akan terus dilakukan sebagai upaya menekan angka pelanggaran dan meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
“Tujuan kami bukan sekadar menindak, tapi memastikan keselamatan masyarakat. Kami berharap para pengemudi, terutama angkutan barang, lebih disiplin dan memastikan kendaraannya laik jalan,” tutupnya.
Editor: Erwin