Hingga kini, korban belum ditemukan dan pencarian oleh tim SAR gabungan akan dilanjutkan pada Jumat pagi.
Salah satu saksi mata, Nur Sabrina yang saat kejadian ikut berenang di lokasi, menceritakan awal mula peristiwa tersebut.
Ia mengatakan, sore tadi dirinya bersama seorang teman perempuan berniat untuk bermain air di sungai.
“Tadi saya lihat dua orang di situ, saya kira sebaya. Saya bilang mau larutan (berenang), tapi enggak berani karena cuma berdua aja sama temanku,” ujar Sabrina saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia kemudian menceritakan bahwa dua pemuda, termasuk korban, tampak berada di tepi sungai. Karena merasa tidak berani berenang hanya berdua, Sabrina mengajak mereka berenang bersama.
“Saya bilang ke temanku, itu ada orang, jadi kamu enggak tunggu-tunggu kah sama-sama? Akhirnya kami lari ke sana. Kakak yang besar tadi itu duluan terjun, baru temanku, baru aku terakhir,” katanya.
Sabrina mengaku hanya mampu berenang di sisi pinggir karena arus sungai sangat deras.
“Saya enggak kuat sampai tengah, jadi Cuma di samping aja kami berdua. Habis itu enggak tahu lagi yang dua itu ke sana,” tuturnya.
Beberapa saat kemudian, ketika ia hendak kembali turun untuk berenang, warga mulai berteriak ada yang tenggelam.
“Pas mau lanjut yang kedua kali terjun, sudah ramai orang bilang ada yang tenggelam. Jadi kami enggak jadi turun lagi,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Samarinda Mardi Sianturi membenarkan laporan kejadian tersebut.
“Kami terima informasi satu orang tenggelam atas nama Muhammad Fajar, umur 18 tahun, warga Jalan Kesehatan,” jelasnya.
Menurut Mardi, korban diduga kelelahan saat berenang. Tim SAR bersama relawan dan aparat setempat telah mengevakuasi lokasi namun belum bisa melakukan penyelaman karena kondisi sungai yang berarus deras dan minim pencahayaan.
“Kami akan lanjutkan pencarian besok pagi karena malam ini tidak memungkinkan dilakukan penyelaman,” pungkasnya.
Editor: Erwin