Akibatnya, atap salah satu rumah warga terlepas dan terbang sejauh puluhan meter hingga menimpa rumah lain yang sudah lama kosong. Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik.
Sahlan, warga setempat yang rumahnya terdampak, mengatakan kejadian itu berlangsung sangat cepat. Menurutnya, angin datang secara tiba-tiba disertai suara gemuruh yang cukup kuat.
“Tiba-tiba saja angin datang seperti torpedo, putarannya kencang sekali. Kami semua kaget karena atap rumah di belakang terbang ke arah sini,” ujarnya kepada Korankaltim.com saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, atap yang terbawa angin berasal dari lantai dua rumah warga yang letaknya tak jauh dari rumahnya. Atap tersebut kemudian menimpa bagian atas rumah kosong yang berada tepat di sebelah tempat tinggalnya.
"Atap itu dari belakang, jaraknya sekitar 30 sampai 40 meter. Terbangnya sampai ke depan rumah kosong ini,” tambahnya.
Sahlan mengungkapkan rumah yang tertimpa atap itu sudah lama tidak berpenghuni. “Rumah yang ketimpa ini kosong, sudah lebih dari setahun tidak ada penghuninya,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bagian atap rumah kosong itu mengalami kerusakan cukup parah. Potongan seng dan kayu tampak berserakan di sekitar lokasi kejadian.
“Kerusakannya ya seperti yang terlihat, bagian atap rusak lumayan parah. Untung saja tidak ada orang di dalam rumah itu,” ucapnya.
Sahlan berharap pemilik rumah segera melakukan perbaikan agar puing-puing tidak membahayakan warga sekitar, terutama jika angin kencang kembali terjadi. Ia juga mengingatkan warga lain untuk lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan sering melanda Kota Samarinda.
“Kami harap pemilik rumah bisa cepat tangani kerusakan ini. Sekarang angin sering tidak menentu, jadi kita harus hati-hati,” tutupnya.
Editor: Erwin