Ketiganya diduga memicu keributan dan bertindak sebagai provokator saat aksi berlangsung.
Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Novi Hari Setiawan menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan dan diberikan pembinaan, ketiga mahasiswa tersebut akhirnya dipulangkan.
“Mereka hanya diamankan untuk dimintai keterangan dan diberikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Kericuhan dalam aksi tersebut juga menyebabkan dua anggota polisi mengalami luka. Seorang personel mengalami luka di bagian kepala dan harus menjalani proses penjahitan sebelum diperbolehkan pulang.
“Yang luka di kepala sudah dipulangkan setelah mendapatkan perawatan medis,” bebernya.
Sementara satu personel lainnya mengalami luka cukup serius dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Samarinda.
“Personel satunya mengalami patah tulang sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit,” terangnya.
Editor: Erwin