Kawasan Samarinda Utara paling terimbas dengan aksi tersebut. Aparat kepolisian menutup akses Jalan Gajah Mada, baik dari arah Jalan Pangeran Antasari dan Jalan Slamet Riyadi maupun yang dari arah Pasar Pagi tepian Sungai Mahakam, hal mana yang membuat beberapa ruas jalan pun harus terkena dampak karena kemacetan mengular hingga berapa kilometer.
Di Jalan Pangeran Antasari, kemacetan semakin parah karena disaat bersamaan ada proyek drainase atau pelebaran parit, membuat jalan menyempit. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang sudah berada di ujung jalan arah Teluk Lerong hendak menuju Jalan Gajah Mada harus berbelok arah ke Jalan Slamet Riyadi dan sebagian memutar kembali atau mengambil alternatif yaitu Jalan Cendana, membuat penumpukan kendaraan terjadi terlebih kawasan tersebut memang sehari-hari sudah jadi kawasan padat kendaraan.
Dari arah Jalan Pangeran Antasari menuju Jalan Ir H Juanda pun motor dan mobil harus bersabar ditengah cuaca panas terik karena jalanan yang padat.
Di Jalan Siradj Salman, kendaraan yang hendak menuju Jalan Pasundan atau ke Jalan KS Tubun (eks Jalan Argamulya), aroma kanpas rem tercium hingga beberapa meter karena kendaraan terutama mobil harus menginjak rem lebih dalam mengingat dikawasan tersebut merupakan daerah perbukitan.
Kemacetan bahkan terlihat hingga bundaran Taman Samarendah di Jalan Bhayangkara karena motor dan mobil yang hendak berbelok menuju Jalan KS Tubuh tertahan cukup panjang, sementara kendaraan yang hendak “melepaskan diri” dari kemacetan di Jalan KS Tubun juga tak bisa leluasa karena sebagian besar sudah terjebak dijalur tersebut.
Hingga berita ini diturunkan pukul 13.30 WITA, kemacetan panjang kendaraan masih terjadi terutama di daerah Samarinda Utara.
Editor: Aspian Nur