Menurutnya, pembangunan ini merupakan langkah nyata menuju pemerataan infrastruktur dan bentuk keadilan bagi masyarakat pedalaman yang selama ini terisolasi.
“Sudah waktunya masyarakat Mahulu memiliki akses darat yang layak. Proyek ini menjadi jalan keluar dari ketergantungan terhadap sungai, yang selama ini sangat mempengaruhi kehidupan ekonomi mereka,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).
Jalan tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton. Proses tender hampir rampung, dan persiapan teknis telah mencapai 80 persen.
Menurut Ekti, tantangan utama dalam pembangunan infrastruktur di Mahulu adalah kondisi geografisnya. Dari lima kecamatan yang ada, sebanyak 46 dari 50 desa berada di sepanjang Sungai Mahakam.
Situasi ini membuat masyarakat sangat bergantung pada jalur air sebagai sarana utama distribusi barang.
“Ketika air surut, harga sembako melonjak karena distribusi terganggu. Sebaliknya, saat air naik, warga menghadapi banjir. Ini siklus yang menyulitkan mereka, terutama di daerah-daerah hulu seperti Long Apari dan Long Pahangai,” jelasnya.
Rencana pembangunan jalan ini terbagi dalam empat segmen, masing-masing didanai oleh berbagai level pemerintahan.
Dua segmen awal mendapat alokasi Rp53 miliar, sementara dua segmen berikutnya sebesar Rp50 miliar. Secara keseluruhan, jalur yang akan dibangun membentang sejauh 136 kilometer, melibatkan pembiayaan gabungan dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD Kabupaten.
Ekti menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis memperkuat konektivitas di wilayah perbatasan dan memicu pertumbuhan ekonomi lokal.
“Ini adalah upaya pemerataan pembangunan. Jalan ini akan menjadi jalur kehidupan baru bagi warga Mahulu,” tegasnya.
DPRD Kaltim, lanjut Ekti, akan terus memantau pelaksanaan proyek agar tidak terjadi hambatan di lapangan dan pembangunan bisa selesai sesuai jadwal.
“Kami komit untuk mengawal ini sampai tuntas. Dengan akses darat, warga akan lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan aktivitas ekonomi lokal bisa tumbuh lebih cepat,” tutupnya.
Editor: Erwin