Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Hendra mengungkapkan, titik api kali ini berada di area yang berdekatan dengan lokasi kebakaran sebelumnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada area ventilasi udara yang masih dalam tahap perbaikan. “Ini perkiraan sementara saja, kemungkinan terjadi korsleting listrik lagi. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang,” kata Hendra.
Kebakaran kali ini menghanguskan satu tenant yang menjual pakaian wanita. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Area yang terdampak juga dalam kondisi kosong saat kejadian.
Petugas Damkar berhasil memadamkan api dalam waktu kurang lebih 40 menit. Proses pendinginan dilakukan segera setelah api berhasil dikendalikan.
Sistem proteksi kebakaran seperti hydrant disebut dalam kondisi berfungsi dengan baik. Namun, ada beberapa peralatan seperti sprinkler yang masih dimatikan karena proses pembangunan dan perbaikan pasca kebakaran sebelumnya.
Pihaknya memastikan tamu Hotel Fugo yang berada di kawasan Big Mall tidak terdampak, karena posisi kejadian cukup jauh dan tidak ada asap yang masuk ke area hotel.
Terkait kemungkinan dibukanya kembali area yang terdampak, pihak Damkar menyerahkan keputusan kepada manajemen Big Mall dan aparat kepolisian.
“Yang penting sekarang, seluruh sistem proteksi kebakaran diperbaiki dan dipastikan berfungsi optimal agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ucap Hendra.
Sementara Ahmad Kosasi, petugas keamanan yang bertugas di lantai tiga menjadi orang pertama yang melihat kepulan asap hitam saat sedang melakukan patroli rutin sebelum jam operasional mall dimulai. “Pas saya keliling pantauan, saya lihat asap tebal muncul dari tenant Origin. Begitu saya dekati, sudah ada api,” kata Kosasi.
Kondisi toko saat itu dalam keadaan gelap karena semua lampu dan peralatan elektronik telah dimatikan setelah jam operasional sebelumnya berakhir. Hal ini diduga membantu meminimalisir penyebaran api secara cepat. “Lampu di tenant itu sudah mati sejak tutup. Sebelum Damkar datang, sebagian api sudah sempat kami padamkan,” jelasnya.
Peristiwa ini kembali memunculkan kekhawatiran publik mengenai sistem keamanan dan proteksi kebakaran di pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda itu. “Tidak ada orang masuk saat kejadian. Masih sebelum mall buka,” pungkas Kosasi.
Editor: Aspian Nur