Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Gerilya, Gang Keluarga, RT 102, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Dalam insiden tersebut merusak empat bangunan dan satu orang dilaporkan masih tertimbun di antara puing-puing bangunan tersebut.
Komandan Tim Basarnas Samarinda, Iwan Setiawan Abbas membenarkan kejadian longsor ditemukan sebanyak enam korban, diantaranya lima korban luka yang sudah berhasil mendapatkan penanganan medis dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian.
“Benar adanya kejadian tanah longsor ditemukan enam korban, satu diantaranya masih kami lakukan proses pencarian karena masih berada di dalam reruntuhan,” ucapnya kepada Korankaltim.com.
Sebelumnya korban yang masih dalam pencarian, satu diantaranya sudah teridentifikasi terlihat, sementara satu lainnya masih proses pencarian.
“Satu korban terlihat kondisinya selamat, kemudian kita larikan ke rumah sakit. Jadi saat ini masih ada satu orang yang masih dalam pencarian,” jelasnya.
Korban yang awalnya tertimbun reruntuhan yakni Ayu (24) warga Jalan Gerilya, Gang Keluarga, RT 102. Saat ini proses pencarian terhadap korban bernama Sutiah (50).
Dalam proses pencarian, Abbas menjelaskan pihaknya menggunakan metode shoring atau menahan beban reruntuhan.
Editor: Erwin