Peristiwa longsor terjadi pada lereng penahan sementara di sisi inlet terowongan, yang berada di Jalan Sultan Alimudin, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir.
Kondisi terbaru proyek ini kembali menjadi perbincangan di media sosial pada Kamis (22/5/2025), setelah beredarnya beberapa foto yang menunjukkan area longsoran terlihat semakin meluas.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, menjelaskan bahwa gambar x ygyang beredar merupakan dokumentasi dari akhir pekan lalu, ketika tim masih menunggu proses stabilisasi material yang runtuh.
“Sepertinya foto yang ramai di media sosial itu diambil pada Sabtu lalu. Saat itu memang masih masa tunggu stabilnya rontokan,” jelas Neneng saat dikonfirmasi Koran Kaltim pada Kamis, (22/5/2025).
Ia memastikan sejak dua hari lalu, proses pembersihan telah dilakukan karena material longsor sudah terpantau stabil. Alat berat mulai dikerahkan ke lokasi dan bekerja di area titik runtuhan.
“Posisi alat sudah melakukan trap (penanganan bertahap) di area rontokan. Saat ini penanganan terus berlanjut,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, hingga hari ini, lapisan shotcrete (beton semprot) dan material longsoran pada trap ketiga sudah berhasil dibersihkan.
Dinas PUPR memastikan bahwa penanganan proyek tetap berjalan sesuai prosedur teknis pengamanan lereng.
“Saat ini terus berlanjut penanganannya dan hari ini, lempengan shotcrete dan material longsoran trap tiga sudah bersih,” pungkasnya.
Editor: Erwin