"Pertama kami melakukan efesiensi, kemudian dari efesiensi ini dialokasikan untuk program pendidikan dan kesehatan," jelas Sri Wahyuni.
Efesiensi tersebut menyasar beberapa sektor, mulai dari belanja perjalanan dinas, alat tulis kantor, kegiatan fisik yang bisa ditunda, serta pengadaan kendaraan dinas dan lainnya.
"Dari efisiensi anggaran tersebut kemudian dialokasikan untuk mendukung program pendidikan Gratispol maupun kesehatan Jospol yang menjadi program 100 hari (gubernur) maupun program di RKPD 2025," papar Sri.
Hasil hitung-hitungan dari efisiensi anggaran mencapaj Rp2,5 Triliun. "Tetapi dari anggaran Rp2,5 Triliun ini masih ada kegiatan yang bisa konek atau komponen kegiatan lain yang sudah beririsan sekitar Rp1 Triliun lebih," jelasnya.
Pembangunan jalan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masuk dalam refocusing anggaran. Sebelumnya Pemprov Kaltim sudah ada program pembangunan jalan dari Tering ke Mahulu yang kemudian gubernur menginginkan untuk ditambah ruas panjangnya sehingga jika dibagi dana efisiensi tersebut masih ada sekitar Rp1 Triliun lebih. Dana itu dapat digunakan guna mendukung program Gratispol, Jospol dan program 100 hari.
"Kami bersama tim transisi juga sudah melaksanakan rapat-rapat bersama untuk menyiapkan berbagai program yang nantinya akan dilaksanakan," jelas Sri.
Sebelumnya dalam pelaksanaan program ini masih berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD). "Tetapi sekarang sudah mengacu pada RPJMD yang sudah dirancang dan dari politis, tinggal ini kami satukan, setelah itu baru untuk Program Gratispol dan Jospol sudah bisa kita lakukan," tutup Sri. (*)