Kasus Bullying di Anggana Berakhir Damai, Korban Berangsur Pulih
2 menit baca210 kali dibaca

Penulis: Nancy
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kasus bullying yang menimpa seorang gadis berinisial TR (20) di salah satu sekolah di Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) hingga mengalami depresi berat akhirnya berakhir damai.
Kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
Dalam pelaksanaan mediasi di Polsek Anggana beberapa waktu lalu turut dihadirkan beberapa pihak terkait, seperti Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim serta P2TP2A Kukar.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolsek Anggana AKP Wira Taryudi saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (19/2/2025) hari ini.
“Pada intinya ada dua poin, mereka sepakat untuk berdamai dan sudah saling memaafkan satu sama lain, sehingga kasus tidak dilanjutkan dan memilih menyelesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.
Wira Taryudi juga memastikan kondisi korban saat ini sudah mulai membaik dan kini telah bisa memberikan respons ketika diajak berinteraksi.
“Sudah berangsur-angsur pulih dan sudah memberikan respona ketika diajak ngobrol. Yang jelas, kedua belah pihak mendatangi surat pernyataan, tidak mengulangi perbuatan itu,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Biro Hukum TRC PPA Sudirman, mengatakan bahwa kesempatan damai tersebut diambil karena adanya pertimbangan-pertimbangan tertentu.
“Pertimbangannya karena dari terduga maupun korban ini, pada Maret 2025 nanti akan menjalani ujian kelulusan, makanya diakukan mediasi,” ujarnya.
“Dan pihak keluarga korban juga tidak ingin hak-hak teman-teman dari TR hilang, apalagi mau ujian kelulusan, termasuk dari korban,” sambungnya.
Namun, mereka sepakat untuk berdamai dengan beberapa catatan, salah satunya jika kejadian serupa terulang kembali, maka upaya mediasi akan dianggap tertutup.
“Kalau masih terulang, ya akan diproses kembali. Dan Alhamdulilah juga korban sudah mau berbicara, saat saya ketemu, dia mau berbicara, ya walaupun masih dalam lingkup terbatas. Untuk korban masih tetapi didampingi oleh psikolog,” pungkasnya.
Sebelumnya, gadis berinisial TR yang duduk di kelas 3 SMA mengalami depresi diduga akibat bullying yang dilakukan teman sekolahnya. Bahkan, nekat menelan 10 butir obat Paracetamol dan mencoba bunuh diri dengan menggoreskan lengannya menggunakan pecahan kaca.
Akhirnya, korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) di Samarinda, setelah ditemukan dalam kondisi tak sadarkan diri, tubuh kaku, suhu badan dingin dan mulut mengeluarkan cairan, Sabtu (26/1/2025) lalu.
Editor: Erwin










